Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162.000 UMKM hingga Semester I/2026

PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga akhir Semester I 2026. Penyaluran tersebut menjangkau lebih dari 162.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Capaian ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan penyaluran KUR difokuskan pada usaha yang memiliki potensi berkembang. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini juga mendukung upaya pemerintah memperkuat sektor usaha kecil sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Sebagian besar pembiayaan disalurkan kepada sektor produksi, seperti pertanian, perdagangan, dan jasa. Bank Mandiri menilai sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Selain modal usaha, perseroan juga memberikan pendampingan agar pelaku UMKM mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Bank Mandiri terus mengoptimalkan layanan digital untuk mempermudah proses pengajuan dan pencairan KUR. Pemanfaatan teknologi diharapkan membuat layanan lebih cepat, efisien, dan mudah diakses pelaku usaha. Strategi tersebut juga membantu memperluas jangkauan pembiayaan hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perseroan menegaskan bahwa penyaluran KUR tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kredit. Bank Mandiri juga berupaya meningkatkan kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pendampingan usaha. Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan mampu berkembang sekaligus menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen melanjutkan penyaluran KUR kepada lebih banyak pelaku UMKM. Dukungan pembiayaan diharapkan memperkuat daya saing usaha kecil, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Mandiri optimistis sektor UMKM akan terus menjadi motor penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Similar Posts

  • Harga Emas Antam Naik Cuma Rp 3.000

    Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp3.000 per gram menjadi Rp2.635.000 dari sebelumnya Rp2.632.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga meningkat Rp3.000 menjadi Rp2.386.000 per gram. Kenaikan ini…

  • Buruh Waswas Aturan Rokok Berdampak ke Petani-Pedagang

    Kalangan buruh menyuarakan kekhawatiran terhadap sejumlah aturan baru terkait produk tembakau yang dinilai berpotensi memengaruhi mata rantai industri. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada perusahaan rokok, tetapi juga petani tembakau, petani cengkih, pedagang kecil, hingga pekerja sektor pendukung. Kekhawatiran itu mengemuka dalam berbagai diskusi yang membahas implementasi regulasi pengendalian tembakau. Buruh berharap pemerintah…

  • Anggaran BGN Dipangkas Dua Kali, Kini Tersisa Rp 228,38 Triliun

    Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dalam proses penyesuaian belanja negara. Setelah dilakukan efisiensi anggaran, pagu yang semula lebih besar kini tersisa Rp228,38 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran sekaligus menyesuaikan prioritas program nasional. Meski mengalami pemangkasan, pemerintah menegaskan bahwa program-program utama…

  • Makin Transparan, Seller Bisa Cek Semua Program Shopee dalam Satu Laman

    Transparansi biaya dan program promosi menjadi perhatian penting bagi para pelaku usaha online. Menjawab kebutuhan tersebut, Shopee menghadirkan fitur baru bernama “Pengelolaan Program Saya” yang memungkinkan seller memantau seluruh Program Shopee dalam satu laman. Fitur tersebut tersedia melalui Seller Centre dan dirancang untuk membantu penjual mengelola berbagai program secara lebih mudah. Kehadiran halaman khusus ini…

  • Paperboard Jadi Andalan Industri F&B di Tren Kemasan Ramah Lingkungan

    Industri makanan dan minuman (F&B) semakin gencar beralih ke kemasan ramah lingkungan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan. Salah satu material yang kini banyak digunakan adalah paperboard, yang dinilai mampu menjadi alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan berbasis plastik sekali pakai. Paperboard memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya diminati pelaku industri F&B. Material…

  • Insentif Dapur MBG Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta/Hari, Ini Rencana BGN

    Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah skema insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, setiap dapur menerima insentif tetap sebesar Rp6 juta per hari, tanpa memperhitungkan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan skema tersebut sedang dievaluasi. Menurutnya, sistem yang berlaku saat…