Pilu Siswa SDN Kubangsari Belajar di Bekas Rumah Panggung Nyaris Ambruk

Puluhan siswa kelas jauh SDN Kubangsari di Kampung Manglid, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, harus belajar di bangunan bekas rumah panggung yang kondisinya nyaris ambruk. Bangunan sederhana tersebut didirikan untuk mengatasi krisis akses pendidikan di wilayah terpencil. Kini, setelah hampir satu dekade digunakan, kondisi ruang belajar semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung karena tidak ada alternatif tempat lain.

Keberadaan kelas jauh SDN Kubangsari bermula dari tingginya angka buta huruf di Kampung Sadot dan sekitarnya sekitar 2016. Saat itu, anak-anak harus berjalan sekitar tiga kilometer melewati perbukitan, persawahan, lembah, dan sungai untuk mencapai sekolah induk. Kondisi tersebut membuat banyak orang tua enggan menyekolahkan anaknya. Pemerintah desa bersama masyarakat kemudian membeli rumah panggung bekas milik warga untuk dijadikan ruang kelas karena keterbatasan anggaran pembangunan sekolah baru.

Kepala Desa Kertaraharja, Agus, menjelaskan rumah panggung bekas tersebut dibongkar, kemudian materialnya dirakit kembali menjadi bangunan sekolah sederhana. Seiring bertambahnya usia, bagian lantai, dinding, dan atap mulai mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat proses belajar tidak lagi nyaman dan menimbulkan kekhawatiran saat cuaca buruk. Meski menghadapi keterbatasan, semangat belajar para siswa tetap tinggi dan para guru terus menjalankan tugas mendidik anak-anak di wilayah terpencil tersebut.

Pemerintah desa berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi kelas jauh SDN Kubangsari. Perbaikan bangunan dinilai mendesak agar proses belajar berlangsung dengan aman dan layak. Masyarakat juga berharap keberadaan sekolah yang selama ini berhasil menekan angka buta huruf dapat terus dipertahankan. Fasilitas pendidikan yang memadai diyakini menjadi kunci agar anak-anak di pelosok tetap memperoleh hak belajar yang setara dengan daerah lain.

Similar Posts

  • 17 Siswa dari 4 Negara Jalani Program Pertukaran Pelajar di Indonesia Selama 10 Bulan

    Sebanyak 17 siswa dari empat negara mengikuti program pertukaran pelajar di Indonesia selama sekitar 10 bulan. Program tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar asing untuk mengenal pendidikan, kehidupan keluarga, dan kebudayaan Indonesia. Para peserta akan tinggal bersama keluarga angkat selama menjalani program. Mereka juga mengikuti kegiatan belajar di sekolah Indonesia seperti pelajar lainnya. Program pertukaran tersebut…

  • Wapres Gibran Dorong AJBI Perluas Akses Beasiswa ke Indonesia Timur

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia memperluas akses beasiswa bagi generasi muda di Indonesia Timur. Arahan tersebut disampaikan saat menerima audiensi AJBI di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan membahas penguatan ekosistem beasiswa nasional sebagai bagian pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menilai…

  • Mensos: Kemiskinan Ortu Tak Boleh Jadi Takdir Anak, Negara Buka Pendidikan

    Menteri Sosial menegaskan bahwa Kemiskinan yang dialami orang tua tidak boleh menjadi takdir bagi anak-anak mereka. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas sebagai salah satu cara memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan dinilai menjadi kunci agar setiap anak memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Mensos mengatakan pemerintah terus…

  • Jadwal Pamuka Unpad 2026, Kegiatan Orientasi untuk Mahasiswa Baru

    Universitas Padjadjaran (Unpad) bersiap menyambut ribuan mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Mahasiswa Unpad atau Pamuka 2026. Program orientasi ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, serta berbagai layanan yang tersedia di lingkungan Unpad. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru sebelum perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dimulai….

  • Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah…

  • Cerianya Tiga Murid Baru SD 5 Belok/Sidan Badung Ikuti MPLS

    Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di SD Negeri 5 Belok/Sidan, Kabupaten Badung, Bali. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima tiga murid baru yang mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan sekolah. Meski jumlah peserta didik baru tidak banyak, kegiatan tetap berlangsung meriah dengan pendampingan para guru. Sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang…