Pergelaran kesenian balaganjur pada hari suci umat Hindu di Bali

Baleganjur merupakan salah satu kesenian gamelan tradisional yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Musik ini sering hadir dalam berbagai upacara keagamaan dan kegiatan adat. Karakter bunyinya kuat, dinamis, dan mampu menciptakan suasana penuh semangat. Baleganjur juga tetap dilestarikan melalui berbagai festival dan pertunjukan budaya.

Salah satu momen yang identik dengan baleganjur adalah rangkaian menjelang Hari Suci Nyepi. Pada malam Pengerupukan, gamelan tersebut biasanya mengiringi arak-arakan ogoh-ogoh di berbagai desa. Ogoh-ogoh merupakan representasi Bhuta Kala yang kemudian dinetralkan melalui rangkaian ritual. Iringan baleganjur membuat prosesi berlangsung meriah tanpa meninggalkan nilai keagamaan yang menyertainya.

Pada Kasanga Festival 2026 di Denpasar, baleganjur kembali menjadi bagian pertunjukan menjelang Hari Suci Nyepi. Festival berlangsung pada 6 hingga 8 Maret 2026 dengan berbagai kegiatan seni. Rangkaian acara menghadirkan parade ogoh-ogoh, pertunjukan barong, baleganjur, dan beberapa perlombaan. Pemerintah Kota Denpasar mengarahkan kegiatan tersebut sebagai ruang kreativitas generasi muda.

Baleganjur tidak hanya berkaitan dengan rangkaian Nyepi dan pawai ogoh-ogoh. Gamelan tersebut juga digunakan dalam berbagai ritual Hindu sesuai tradisi masyarakat setempat. Dalam konteks keagamaan, perangkat gamelan bahkan dapat menjalani upacara pemelaspasan sebelum digunakan. Tradisi tersebut memperlihatkan hubungan kuat antara kesenian, budaya, dan spiritualitas umat Hindu.

Pergelaran baleganjur juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali. Festival memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Kegiatan tersebut membantu memperkuat hubungan antara seni, adat, dan kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan demikian, baleganjur tetap menjadi bagian penting identitas budaya Bali hingga sekarang.

Similar Posts

  • Menjaga Denyut Seni Ukir Batu di Kebumen, Suhanto Terkendala Pesanan yang Tak Tentu

    Suhanto terus mempertahankan tradisi seni ukir batu di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meski pesanan datang tidak menentu. Perajin yang telah menekuni profesi tersebut selama puluhan tahun itu tetap menghasilkan berbagai karya, mulai dari patung, relief, hingga ornamen bangunan. Baginya, seni ukir batu bukan sekadar mata pencarian, tetapi juga warisan budaya yang perlu dijaga. Namun, perubahan…

  • Faza Meonk Berharap Pameran Internasional Kerek Peluang Kreator Lokal

    Kreator Si Juki, Faza Meonk, berharap kehadiran pameran internasional dapat membuka peluang yang lebih besar bagi kreator lokal Indonesia. Menurutnya, ajang berskala global tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga sarana membangun jejaring dan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku industri kreatif Tanah Air. Faza Meonk menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pameran kreatif yang…

  • Mengenal Lawang Sakepeng, Tradisi Dayak untuk Menyambut Tamu yang Dipentaskan di Festival Kampung 5

    Tradisi Lawang Sakepeng menjadi salah satu pertunjukan budaya yang menarik perhatian pengunjung dalam Festival Kampung 5. Kesenian khas Suku Dayak Ngaju dari Kalimantan Tengah tersebut ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus pengenalan tradisi kepada masyarakat luas. Lawang Sakepeng dikenal sebagai tradisi penyambutan tamu yang memadukan unsur seni, adat, dan bela diri. Dalam bahasa Dayak Ngaju,…

  • Dari Raden Saleh ke Marcos Kueh, Sajian Terbaru Museum MACAN

    Museum MACAN menghadirkan rangkaian pameran terbaru yang mempertemukan karya seni modern dan kontemporer dari berbagai generasi. Salah satu yang menarik perhatian adalah dialog visual antara karya maestro abad ke-19 Raden Saleh dan perupa tekstil kontemporer asal Sarawak, Marcos Kueh. Program pameran ini berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Jakarta Barat. Melalui pameran kelompok “Menelan Cakrawala”,…

  • Gairah ber-Festival Lima Gunung seperempat abad terus menyala

    Festival Lima Gunung kembali digelar di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Edisi 2026 menjadi momen istimewa karena menandai perjalanan seperempat abad festival yang digagas Komunitas Lima Gunung. Acara berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 dengan melibatkan seniman dari kawasan Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Selama 25 tahun,…

  • Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

    Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya. Genthong HSA dikenal sebagai seniman…