Musik dan Seni Visual Melebur di Pameran Post Naissance karya Marsmolys
Band psychedelic rock asal Yogyakarta, Marsmolys, menghadirkan pameran seni bertajuk The Post-Naissance. Pameran berlangsung di Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Acara dibuka pada 1 Juni dan berlangsung hingga 13 Juni 2026. Proyek tersebut mempertemukan musik, seni rupa, dan pengalaman kreatif dalam satu ruang pameran.
The Post-Naissance dikembangkan sebagai respons terhadap album kedua Marsmolys, The Progeny of Holy Moly. Ide pameran muncul setelah artwork album justru mendapatkan perhatian besar dari pendengar. Visual tersebut awalnya dibuat sebagai lukisan manual sebelum diolah secara digital. Marsmolys kemudian mengembangkan hubungan musik dan visual menjadi pengalaman yang lebih luas.
Sebanyak 17 seniman lintas disiplin terlibat dalam proyek kreatif tersebut. Mereka menerjemahkan musik Marsmolys melalui lukisan, instalasi, karya dua dimensi, dan tiga dimensi. Seniman diberikan kebebasan untuk merespons album menggunakan pendekatan masing-masing. Pameran juga menampilkan perjalanan band melalui alat musik, dokumentasi, dan artwork berukuran besar.
Tema Post-Naissance secara sederhana membicarakan kehidupan manusia setelah mengalami kelahiran kembali. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui beragam medium dan pengalaman artistik. Marsmolys juga mengambil inspirasi visual dari album Dangerous milik Michael Jackson. Artwork mereka memasukkan pengalaman nyata selama proses produksi album, termasuk berbagai kejadian tidak terduga.
Pameran kemudian ditutup melalui Post-Naissance Gigs pada 13 Juni 2026. Rangkaian tersebut berhasil menarik lebih dari 1.200 pengunjung selama hampir dua pekan. Workshop, podcast, dan pertunjukan musik turut melengkapi program yang diselenggarakan. Marsmolys akhirnya memperluas pengalaman menikmati album dari sekadar didengar menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan.
