Kemendikdasmen: Gelar karya guru vokasi seni budaya jadi ruang belajar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa gelar karya guru vokasi seni dan budaya bukan sekadar ajang memamerkan hasil pelatihan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus bentuk apresiasi terhadap peningkatan kompetensi guru vokasi. Melalui gelar karya, para guru diharapkan mampu membawa inovasi baru ke sekolah masing-masing.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan gelar karya menjadi bagian penting dari program Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya. Program tersebut bertujuan memastikan guru terus mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Namun, penguatan keterampilan itu tetap dilakukan tanpa meninggalkan nilai orisinalitas dalam berkarya.

Program ini diikuti 177 guru dari berbagai daerah di Indonesia. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran daring, praktik kejuruan, hingga magang di dunia usaha dan dunia industri. Di akhir kegiatan, para guru mempresentasikan hasil pembelajaran melalui gelar karya serta mengikuti uji kompetensi.

Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan di sekolah. Guru keramik dari SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, misalnya, mempelajari teknik glasir dan peracikan formula baru. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada peserta didik agar mampu menghasilkan karya yang lebih inovatif.

Kemendikdasmen menilai pengalaman magang dan pelatihan akan memperkuat pembelajaran berbasis proyek di sekolah. Guru diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami budaya kerja industri. Pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas lulusan vokasi sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah dan dunia kerja.

Melalui gelar karya, Kemendikdasmen berharap guru vokasi semakin percaya diri dalam menghasilkan karya kreatif dan menginspirasi siswa. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diwujudkan melalui karya nyata yang bermanfaat bagi proses pembelajaran di sekolah.

Similar Posts

  • Merealisasikan Imajinasi dengan AI, Seni Digital Kian Membuka Peluang Kreator

    Merealisasikan Imajinasi dengan AI Jadi Tren Baru di Dunia Seni Merealisasikan imajinasi dengan AI kini menjadi salah satu tren yang berkembang pesat di dunia seni digital. Berkat kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), para seniman, ilustrator, desainer, hingga kreator konten mampu mengubah ide sederhana menjadi karya visual yang menarik. Teknologi AI tidak hanya…

  • Pameran Weaving Wonders 2026 Hadirkan Pesona Tenun dan Kriya Khas NTT

    Kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat panggung di tingkat nasional melalui pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT yang digelar di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung hingga 27 Juni 2026 ini menghadirkan beragam tenun, kriya, kuliner, hingga cerita inspiratif tentang pemberdayaan masyarakat dan perempuan di NTT. Weaving Wonders tidak sekadar…

  • KTF UI Kembali Jalankan Misi Budaya ke Eropa, Tampilkan Keindahan Budaya Indonesia

    Komunitas Tari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (KTF UI) Radha Sarisha kembali mengemban misi budaya ke Eropa pada Juli hingga Agustus 2026. Sebanyak 37 mahasiswa yang terdiri atas penari dan pemusik akan mewakili Indonesia dalam rangkaian Festival du Sud di Prancis dan Spanyol. Melalui misi tersebut, mereka akan memperkenalkan kekayaan seni dan…

  • ArtMoments Jakarta Jadi Jembatan Antara Warisan Maestro dan Seni Kontemporer

    JAKARTA – ArtMoments Jakarta kembali menjadi salah satu pameran seni paling bergengsi di Indonesia. Acara ini menghadirkan berbagai karya dari maestro seni rupa Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi seniman kontemporer untuk memperkenalkan gagasan kreatif mereka kepada publik yang lebih luas. Kehadiran ArtMoments Jakarta tidak hanya menjadi ajang pameran karya seni, tetapi juga menjadi wadah pertemuan…

  • Musik A Cappella dan Tari Tradisional Pererat Pertukaran Budaya di Sekolah Bekasi

    Musik a cappella dan tari tradisional menjadi bagian penting dalam kegiatan pertukaran budaya yang digelar di sebuah sekolah di Bekasi. Program tersebut menghadirkan pelajar dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal budaya melalui seni pertunjukan. Penampilan musik tanpa iringan alat dan tarian daerah mendapat sambutan hangat dari para peserta. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat…

  • Tari Ujungan Bekasi siap tampil di Festival Lima Gunung 2026

    Tari Ujungan Bekasi dipastikan tampil pada Festival Lima Gunung XXV 2026 di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penampilan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 19.10 WIB. Tarian tersebut akan dibawakan selama 4 menit 50 detik oleh 10 penari dari Sanggar Seni Kusuma. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten…