Nilai Ekspor Jawa Barat Capai US$15,97 Miliar per Mei 2026, Mesin Mekanis Jadi Penopang
Nilai Ekspor Jawa Barat mencapai US$15,97 miliar selama periode Januari hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama kinerja ekspor provinsi tersebut.
Komoditas mesin dan perlengkapan mekanis memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor. Selain itu, peralatan listrik, kendaraan bermotor, tekstil, serta produk kimia juga mencatatkan kinerja yang positif. Permintaan dari pasar global masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor.
Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina masih menjadi beberapa tujuan utama ekspor Jawa Barat. Produk manufaktur dari kawasan industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Kabupaten Bandung mendominasi pengiriman ke pasar internasional.
BPS menilai daya saing industri manufaktur menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekspor. Stabilitas produksi dan meningkatnya permintaan luar negeri turut mendukung capaian tersebut. Pemerintah juga terus mendorong diversifikasi pasar ekspor untuk memperluas peluang perdagangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tren positif ini dapat terus berlanjut pada semester kedua 2026. Peningkatan ekspor diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi Jawa Barat terhadap ekspor nasional.
