“Sering Disebut Badut, Kadang Bikin Kesal” Lara Seniman Pantomim Menjaga Seni Tanpa Kata

Lara memilih tetap menekuni seni pantomim meski sering menghadapi anggapan yang keliru dari masyarakat. Seniman pantomim tersebut mengaku tidak jarang dipanggil badut ketika tampil di berbagai acara. Julukan itu terkadang membuatnya merasa kesal karena pantomim merupakan cabang seni pertunjukan yang memiliki teknik dan filosofi tersendiri. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk terus mengenalkan pantomim kepada publik. Baginya, edukasi menjadi bagian penting dari profesinya sebagai seniman.

Pantomim merupakan seni pertunjukan yang mengandalkan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa isyarat tanpa dialog. Seorang pantomim harus mampu menyampaikan emosi, cerita, dan pesan hanya melalui gerakan. Karena tidak menggunakan kata-kata, setiap detail gerakan membutuhkan latihan yang panjang dan disiplin. Seni ini telah berkembang di berbagai negara dan menjadi salah satu bentuk teater yang diakui secara internasional. Di Indonesia, pantomim juga terus diperkenalkan melalui festival, pertunjukan, dan pendidikan seni.

Menurut Lara, tantangan terbesar bukan hanya mencari panggung, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat. Masih banyak orang yang menganggap pantomim sekadar hiburan ringan atau identik dengan badut. Padahal, setiap pertunjukan memiliki konsep, cerita, dan proses kreatif yang matang. Karena itu, Lara aktif mengikuti berbagai kegiatan seni agar semakin banyak orang mengenal pantomim sebagai seni pertunjukan yang utuh. Ia berharap generasi muda juga tertarik mempelajari bidang tersebut.

Selain tampil di panggung, Lara memanfaatkan media sosial untuk membagikan proses latihan dan edukasi mengenai pantomim. Langkah tersebut membantu menjangkau penonton yang lebih luas, terutama kalangan muda. Menurutnya, platform digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan seni tradisional maupun modern. Dukungan komunitas seni juga menjadi penyemangat agar pantomim tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Perjalanan Lara menunjukkan bahwa menjaga seni membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Meski masih menghadapi berbagai stereotip, ia tetap memilih berkarya tanpa kehilangan semangat. Baginya, pantomim adalah bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan tanpa suara. Dengan terus tampil dan mengedukasi masyarakat, Lara berharap seni pantomim semakin dihargai sebagai bagian dari kekayaan budaya dan seni pertunjukan Indonesia.

Similar Posts

  • Gebyar Budaya Blok M Jadi Simbol Persaudaraan Seni Nusantara

    Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali menjadi pusat perayaan budaya melalui gelaran Gebyar Budaya Blok M 2026. Acara ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan kekayaan budaya Nusantara yang ditampilkan dalam satu panggung kebersamaan. Gebyar Budaya Blok M menampilkan berbagai kesenian daerah, mulai dari tari…

  • Lestari Moerdijat Dorong Tari Lengger Banyumas Jadi Warisan Dunia UNESCO

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Tari Lengger Banyumas untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO. Menurutnya, kesenian tradisional yang telah hidup dan berkembang di masyarakat Banyumas selama berabad-abad itu memiliki nilai budaya yang tinggi serta layak mendapat perlindungan di tingkat internasional. Lestari menilai Tari Lengger Banyumas bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…

  • Jakarta Fair Menjadi Panggung Pelestarian Kebudayaan Nusantara

    Jakarta Fair tidak hanya dikenal sebagai ajang pameran multiproduk terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi panggung penting bagi pelestarian kebudayaan Nusantara. Setiap penyelenggaraannya, acara ini menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah yang memperkaya pengalaman para pengunjung. Melalui berbagai penampilan tari tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan seni kontemporer berbasis budaya lokal, Jakarta Fair…

  • Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

    Art Jakarta Gardens 2026 resmi dibuka di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Memasuki edisi kelima, ajang seni ruang terbuka ini kembali menghadirkan perpaduan seni rupa kontemporer, lanskap hijau, dan berbagai program publik multidisipliner. Pekan seni tersebut berlangsung pada 6 hingga 10 Mei 2026. Art Jakarta Gardens 2026 menghadirkan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat menikmati karya…

  • Legislator Jabar dorong sekolah tampilkan seni dan budaya saat MPLS

    Legislator Jawa Barat mendorong seluruh sekolah menampilkan kegiatan seni dan budaya lokal selama pelaksanaan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Menurut legislator, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, guru, maupun tata tertib. Kegiatan…