Pemprov apresiasi pemerintah pusat bangun sektor pendidikan di Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat Sektor Pendidikan di daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kepulauan Riau.

Pemprov Kepri menyebut dukungan pemerintah pusat diwujudkan melalui pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta berbagai program bantuan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses belajar bagi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi serta siap menghadapi perkembangan dunia kerja.

Pemprov Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai program pendidikan dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

Pemerintah berharap pembangunan sektor pendidikan terus berlanjut secara berkesinambungan. Dengan dukungan berbagai pihak, kualitas layanan pendidikan di Kepulauan Riau diharapkan semakin meningkat dan mampu menghasilkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing global.

Similar Posts

  • Kemendikdasmen sediakan ribuan buku digital gratis lewat platform SIBI

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas akses bahan ajar dengan menyediakan ribuan buku digital gratis melalui Platform SIBI atau Sistem Informasi Perbukuan Indonesia. Layanan ini dihadirkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus memudahkan siswa, guru, dan masyarakat memperoleh buku berkualitas secara daring. Melalui Platform SIBI, pengguna dapat mengakses berbagai jenis buku, mulai dari…

  • Cirebon Matangkan Sekolah Rakyat, Siapkan Guru Sementara

    Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan tenaga pengajar sementara sebelum proses rekrutmen guru tetap selesai. Guru sementara akan bertugas pada tahap awal penyelenggaraan pembelajaran. Pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain menyiapkan tenaga pendidik, pemerintah juga melakukan pembenahan…

  • Mohan Tegaskan SPMB Mataram Harus Bebas Titipan, Masyarakat Diminta Ikuti Jalur Resmi

    MATARAM – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menanggapi maraknya isu penggunaan nama pejabat untuk mempermudah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Mataram. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan sesuai aturan dan tidak memerlukan praktik titip-menitip. Mohan meminta masyarakat, khususnya para orang tua calon siswa, tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu….

  • Raker di Sabang, SMAN 9 Banda Aceh Perkuat Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berprestasi

    SMAN 9 Banda Aceh menggelar rapat kerja (raker) di Kota Sabang sebagai langkah menyusun program pendidikan tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi peningkatan mutu sekolah. Raker diikuti oleh jajaran manajemen sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Selama kegiatan berlangsung, peserta membahas berbagai program prioritas yang akan dijalankan pada tahun ajaran 2026/2027….

  • Pemprov Jabar Masih Hitung Kebutuhan Anggaran Bantuan Sekolah Swasta

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggaran untuk program bantuan bagi sekolah swasta. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebijakan yang disusun dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat yang merata bagi lembaga pendidikan yang membutuhkan dukungan pembiayaan. Program bantuan tersebut menjadi perhatian karena sekolah swasta memiliki peran penting dalam mendukung layanan pendidikan di…

  • Kemdikti Sebut Talenta STEM Indonesia Kurang, Siapkan Lulusan SMA Unggul Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut Indonesia masih kekurangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Saat ini, proporsi talenta STEM Indonesia masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dibanding negara maju yang telah mencapai 30 hingga 40 persen. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan kondisi…