Warga Kupang Minta KPK Audit Operator SPMB SMA, Kuota Penuh dalam Menit
Komisi Pemberantasan Korupsi diminta warga Kupang untuk melakukan audit terhadap operator Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di daerah tersebut.
Permintaan ini muncul setelah kuota pendaftaran dilaporkan penuh hanya dalam hitungan menit sejak sistem dibuka.
Kondisi ini kemudian menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan dari masyarakat.
Warga menilai proses pendaftaran tidak berjalan secara transparan dan perlu diawasi lebih ketat.
Banyak orang tua calon siswa mengaku tidak sempat melakukan pendaftaran meski sudah bersiap sejak awal.
Hal tersebut memicu keresahan karena dianggap tidak wajar dalam sistem penerimaan siswa baru.
Fenomena kuota yang langsung penuh dalam waktu sangat singkat dinilai janggal oleh sebagian masyarakat.
Mereka menduga adanya masalah teknis atau potensi ketidakwajaran dalam sistem operator SPMB.
Kondisi ini membuat kepercayaan publik terhadap proses seleksi menjadi terganggu.
Warga kemudian mendesak agar KPK melakukan audit menyeluruh terhadap operator sistem tersebut.
Audit dianggap penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan maupun permainan dalam proses penerimaan siswa.
Selain itu, transparansi data pendaftaran juga menjadi tuntutan utama masyarakat.
Hingga saat ini, pihak terkait masih diminta memberikan penjelasan resmi terkait kejadian tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar polemik ini tidak semakin meluas.
