Kementerian UMKM siapkan sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan program sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang berlaku secara nasional.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh sertifikat halal tanpa dikenakan biaya. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mendorong lebih banyak usaha mikro dan kecil untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk sektor ritel modern dan pasar ekspor yang mensyaratkan jaminan halal pada produk tertentu.

Kementerian UMKM menilai sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek kepatuhan regulasi. Sertifikat halal juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Dengan adanya label halal, produk UMKM diharapkan memiliki nilai tambah dan lebih kompetitif di tengah persaingan pasar.

Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan pendamping halal di berbagai daerah. Pendampingan diberikan agar pelaku usaha memahami proses pengajuan, pemenuhan dokumen, hingga penerbitan sertifikat halal secara lebih mudah.

Selain sertifikasi halal, pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, digitalisasi usaha, akses pembiayaan, dan pengembangan pemasaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan target 500 ribu penerima manfaat, program sertifikasi halal gratis ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM Indonesia. Pemerintah optimistis semakin banyak pelaku usaha yang dapat meningkatkan kualitas produknya dan memperluas jangkauan pasar di dalam maupun luar negeri.

Similar Posts

  • Solusi Biaya Sekolah Anak, BRI Multiguna Hadir Jaga Finansial Keluarga

    Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski BI Rate kembali naik, bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui ajang Puspa Nuswantara 2026. Program tersebut menjadi wadah promosi bagi UMKM batik dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk batik lokal. BNI menilai batik memiliki potensi besar…

  • Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target

    Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga…

  • RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135-Rp 170, Mahal atau Murah?

    PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi memulai masa penawaran awal atau book building dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen modal setelah IPO. Dengan rentang harga tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp340,87 miliar hingga…

  • Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Tumbuh 4,4% Jadi 15,09 Juta Ton per Mei 2026

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4,4 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Total volume penjualan mencapai 15,09 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh permintaan yang mulai membaik di pasar domestik dan kontribusi penjualan ekspor. Pencapaian ini menunjukkan daya tahan perusahaan di tengah persaingan…