Kejar Investor, Purbaya Besok Terbang ke China

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, dijadwalkan terbang ke China untuk bertemu dengan sejumlah calon investor. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.

Dalam lawatan tersebut, Purbaya akan memaparkan berbagai perkembangan ekonomi nasional, termasuk stabilitas sektor keuangan, prospek investasi, serta berbagai kebijakan yang telah ditempuh pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat investor China untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

China selama ini menjadi salah satu mitra ekonomi terbesar Indonesia. Investasi dari negara tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, energi, pertambangan, hingga infrastruktur. Karena itu, penguatan hubungan dengan investor China dinilai penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain mempromosikan peluang investasi, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Pemerintah berharap masuknya investasi baru dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pembangunan di berbagai daerah.

Similar Posts

  • Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target

    Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga…

  • U by Prodia Gandeng BCA Digital Hadirkan Fitur Pembayaran U-aang

    Platform layanan kesehatan digital U by Prodia menjalin kerja sama dengan BCA Digital untuk menghadirkan fitur pembayaran terbaru bernama U-aang. Inovasi ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi berbagai layanan kesehatan secara lebih cepat, praktis, dan terintegrasi melalui aplikasi. Melalui kolaborasi tersebut, pengguna U by Prodia dapat menikmati pengalaman pembayaran digital yang lebih efisien…

  • El-Nino Mengintai Industri Sawit, Hasil Panen Berisiko Menyusut Harga Terkerek

    Ancaman fenomena El Nino kembali menjadi perhatian pelaku industri kelapa sawit pada paruh kedua 2026. Sejumlah lembaga riset memperkirakan cuaca kering akan mulai terasa sejak Juli dan berlanjut hingga awal 2027. Kondisi tersebut berisiko menekan produktivitas perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia. Kedua negara merupakan pemasok utama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO)…

  • Anggaran BGN Dipangkas Dua Kali, Kini Tersisa Rp 228,38 Triliun

    Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dalam proses penyesuaian belanja negara. Setelah dilakukan efisiensi anggaran, pagu yang semula lebih besar kini tersisa Rp228,38 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran sekaligus menyesuaikan prioritas program nasional. Meski mengalami pemangkasan, pemerintah menegaskan bahwa program-program utama…

  • Teknologi gamifikasi jadi media promosi produk kreatif dan wisataRI

    Teknologi gamifikasi semakin banyak dimanfaatkan sebagai media promosi produk kreatif dan destinasi wisata di Indonesia. Pendekatan ini menggabungkan unsur permainan dengan informasi sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif. Melalui tantangan, misi, dan sistem penghargaan, masyarakat diajak mengenal produk lokal serta kekayaan pariwisata dengan cara yang lebih menarik. Inovasi tersebut dinilai efektif menjangkau generasi muda…

  • Dari Kerupuk hingga Industri Rumahan, KUR Perkuat Napas UMKM Indonesia

    Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Mulai dari usaha kerupuk rumahan, warung kelontong, hingga industri pengolahan skala kecil, banyak pelaku usaha memanfaatkan akses pembiayaan ini untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan kapasitas produksi. Melalui skema pembiayaan dengan bunga yang relatif terjangkau,…