Tak Bisa Ekspor, Pengusaha: Investor Nikel Sudah Investasi US$44 M
Pelaku industri nikel meminta pemerintah tetap mempertahankan kebijakan hilirisasi yang melarang ekspor bijih nikel mentah. Menurut kalangan pengusaha, kebijakan tersebut menjadi dasar masuknya investasi besar ke sektor pengolahan dan pemurnian mineral di Indonesia. Kepastian regulasi dinilai penting agar kepercayaan investor tetap terjaga dan proyek hilirisasi dapat berlanjut.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), Meidy Katrin Lengkey, menyebut nilai investasi yang telah masuk ke industri pengolahan nikel mencapai sekitar US$44 miliar. Investasi tersebut telah digunakan untuk membangun smelter dan berbagai fasilitas pendukung di sejumlah kawasan industri nikel.
Menurut AP3I, investor menanamkan modal berdasarkan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi mineral. Jika ekspor bijih nikel kembali dibuka, pelaku industri khawatir pasokan bahan baku smelter di dalam negeri akan berkurang. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu operasional pabrik yang telah berinvestasi dalam jumlah besar.
Pelaku usaha juga menilai hilirisasi telah memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan ekspor bahan mentah. Selain meningkatkan devisa, industri pengolahan menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok nasional, serta mendorong pertumbuhan industri berbasis mineral. Karena itu, kebijakan yang konsisten dinilai menjadi kunci keberlanjutan investasi.
AP3I berharap pemerintah terus menjaga kepastian hukum dan iklim investasi di sektor nikel. Kepastian tersebut dinilai penting agar investor yang telah beroperasi tetap melakukan ekspansi. Di sisi lain, Indonesia juga berpeluang menarik investasi baru untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi prioritas nasional. Seluruh investasi di sektor mineral kritis diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sesuai regulasi yang berlaku. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, industri nikel diharapkan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
