GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimistis Industri Otomotif Menggeliat
Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi dibuka di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (30/7). Pemerintah optimistis ajang tahunan tersebut mampu memperkuat industri otomotif nasional yang mulai menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Pameran berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan industri otomotif tetap menjadi salah satu penopang sektor manufaktur Indonesia. Menurutnya, GIIAS bukan hanya ajang peluncuran kendaraan baru, tetapi juga menjadi wadah investasi, inovasi teknologi, dan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap pasar domestik.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan kinerja industri otomotif pada semester pertama 2026 memberikan sinyal positif. Penjualan mobil secara wholesales mencapai 436.564 unit, meningkat 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi penyelenggaraan GIIAS tahun ini.
GIIAS 2026 juga mencatat sejarah sebagai pameran dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar. Selain puluhan merek kendaraan penumpang, pameran menghadirkan kendaraan komersial, sepeda motor, serta ratusan perusahaan industri pendukung. Enam merek otomotif baru juga menjalani debut pada penyelenggaraan tahun ini.
Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat melihat berbagai peluncuran produk terbaru, mencoba kendaraan melalui area test drive, dan mengenal teknologi otomotif masa depan. Pemerintah berharap inovasi tersebut mampu mempercepat transformasi industri menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing global.
Pemerintah bersama Gaikindo optimistis GIIAS 2026 akan memberikan dampak positif terhadap penjualan kendaraan, investasi, dan pertumbuhan industri nasional. Antusiasme peserta dan pengunjung diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar otomotif terbesar sekaligus basis produksi strategis di kawasan Asia Tenggara.
