Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya.

Genthong HSA dikenal sebagai seniman lintas disiplin yang aktif di dunia teater, sastra, dan seni rupa. Sepanjang hidupnya, ia menghasilkan berbagai karya sebagai dramawan, penyair, cerpenis, novelis, sekaligus pelukis. Dedikasinya menjadikan namanya salah satu sosok penting dalam perkembangan seni pertunjukan di Yogyakarta.

Melalui Sanggar Anom, Genthong membimbing banyak generasi muda yang kemudian dikenal di tingkat nasional. Sejumlah nama, seperti sutradara Hanung Bramantyo dan aktor Gunawan Maryanto, pernah mendapat pembinaan darinya. Sanggar tersebut menjadi ruang lahirnya banyak talenta di dunia teater dan perfilman Indonesia.

Selain aktif membina seniman, Genthong HSA juga meraih berbagai penghargaan melalui karya-karya dramanya. Naskah Ciut Pas Sesak Pas meraih penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta. Sementara Sang Naga dan Harimau menjadi karya yang mendapat apresiasi di Taman Budaya Yogyakarta.

Perjalanan hidup Genthong turut diwarnai pengembaraan ke berbagai negara. Pengalaman tersebut memperkaya pandangan artistiknya dan memengaruhi karya-karya yang dihasilkan. Ia bahkan sempat belajar seni rupa di Kunstakademie München, Jerman, serta mementaskan naskah dramanya di negara tersebut.

Kepergian Genthong HSA menjadi kehilangan besar bagi dunia seni Indonesia, khususnya Yogyakarta. Meski telah berpulang, warisan pemikiran, karya, dan semangatnya akan terus hidup melalui para murid serta panggung-panggung teater yang terinspirasi oleh dedikasinya.

Similar Posts

  • Parade seni budaya di taman bunga di Bali

    Parade seni budaya kembali menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Budaya Bali atau Art Centre Denpasar. Festival budaya terbesar di Pulau Dewata ini digelar sejak 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Parade budaya menghadirkan ribuan seniman dari berbagai kabupaten dan…

  • Pacitan ajukan seni Rontek sebagai Warisan Budaya Tak Benda

    Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya melestarikan seni tradisional Rontek melalui pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Usulan tersebut diajukan kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah. Seni Rontek selama ini menjadi salah satu kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Pacitan. Tradisi tersebut kerap ditampilkan pada perayaan hari besar, festival budaya,…

  • Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni

    Rizkyamom membuktikan bahwa hobi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan jika ditekuni dengan konsisten. Kreator di bidang seni tersebut memulai perjalanan karier dari kegemarannya membuat karya visual. Berbekal media sosial dan portofolio sederhana, ia mulai memperkenalkan hasil karyanya kepada publik. Langkah kecil tersebut akhirnya membawanya mendapatkan klien pertama. Pengalaman itu menjadi titik awal berkembangnya karier di…

  • Gebyar Budaya Blok M Jadi Simbol Persaudaraan Seni Nusantara

    Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali menjadi pusat perayaan budaya melalui gelaran Gebyar Budaya Blok M 2026. Acara ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan kekayaan budaya Nusantara yang ditampilkan dalam satu panggung kebersamaan. Gebyar Budaya Blok M menampilkan berbagai kesenian daerah, mulai dari tari…

  • Menjaga Denyut Seni Ukir Batu di Kebumen, Suhanto Terkendala Pesanan yang Tak Tentu

    Suhanto terus mempertahankan tradisi seni ukir batu di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meski pesanan datang tidak menentu. Perajin yang telah menekuni profesi tersebut selama puluhan tahun itu tetap menghasilkan berbagai karya, mulai dari patung, relief, hingga ornamen bangunan. Baginya, seni ukir batu bukan sekadar mata pencarian, tetapi juga warisan budaya yang perlu dijaga. Namun, perubahan…

  • Mandy CJ angkat isu toleransi agama di pameran The Way Back

    Seniman visual Mandy CJ menghadirkan pameran tunggal bertajuk The Way Back yang mengangkat tema toleransi beragama dan pentingnya ruang dialog di tengah masyarakat majemuk. Melalui karya-karyanya, Mandy mengajak pengunjung merenungkan nilai kemanusiaan yang melampaui perbedaan keyakinan. Pameran ini menampilkan berbagai instalasi dan karya visual yang terinspirasi dari pengalaman pribadi serta pengamatannya terhadap kehidupan sosial. Menurut…