UPI Perkenalkan Fun Chemistry, Ubah Pembelajaran Kimia dari Hafalan ke Eksperimen

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan pendekatan Fun Chemistry untuk membuat pembelajaran kimia lebih menarik dan mudah dipahami. Program ini mendorong siswa belajar melalui eksperimen sederhana, pengamatan langsung, dan pemecahan masalah. Pendekatan tersebut diharapkan mengurangi anggapan bahwa kimia merupakan mata pelajaran yang sulit karena identik dengan rumus dan hafalan. UPI menilai pengalaman praktik akan membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Inovasi ini juga sejalan dengan pembelajaran berbasis sains yang menekankan aktivitas eksploratif.

Melalui Fun Chemistry, siswa diajak melakukan percobaan menggunakan bahan yang aman dan mudah ditemukan. Kegiatan praktikum dirancang agar peserta didik mampu menghubungkan teori dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami proses ilmiah di balik setiap reaksi. Pendekatan ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, observasi, dan kerja sama. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses eksplorasi di kelas.

Menurut para akademisi, pembelajaran berbasis eksperimen mampu meningkatkan minat belajar dan rasa ingin tahu siswa. Pengalaman melakukan percobaan membuat materi lebih mudah diingat dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan. Selain meningkatkan pemahaman konsep, metode ini juga membantu mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kreativitas dan inovasi. Pembelajaran menjadi lebih aktif karena siswa terlibat langsung dalam setiap proses.

UPI berharap Fun Chemistry dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif. Pemanfaatan eksperimen sederhana membuktikan bahwa belajar kimia tidak selalu membutuhkan laboratorium yang lengkap. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencoba, dan menarik kesimpulan sendiri. Dengan pendekatan tersebut, kimia diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pelajaran hafalan, melainkan ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menyenangkan untuk dipelajari.

Similar Posts

  • Mahasiswa Indonesia Raih 2 Medali Perunggu dari International Mathematics Competition 2026

    Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026. Tim Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali perunggu setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Capaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Indonesia di bidang matematika pada tingkat internasional. Kompetisi IMC dikenal sebagai salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa yang menguji kemampuan…

  • PM Singapura Ajak Siswa SMA Garuda Ikut Program Pertukaran Pelajar

    Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengajak siswa SMA Garuda Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Singapura. Ajakan tersebut disampaikan saat mengunjungi SMA Garuda bersama Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 7 Juli 2026. Wong menilai pertukaran pelajar penting untuk mempererat hubungan kedua negara sejak usia muda. Program itu juga diharapkan memperluas…

  • Pertama di Pulau Jawa, STAH Luncurkan Program Magister Pendidikan Agama Hindu

    Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta resmi meluncurkan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu. Program tersebut menjadi jenjang magister pertama yang diselenggarakan perguruan tinggi Hindu di Pulau Jawa. Peluncuran dilakukan di kampus STAH Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah itu diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu bagi masyarakat Indonesia. Peresmian…

  • Ajang Pembuktian Prestasi Non-Akademik, “Cheerleading” Kian Dilirik

    Cheerleading semakin mendapat perhatian sebagai salah satu ajang pembuktian prestasi non-akademik bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Olahraga yang memadukan unsur tari, senam, akrobatik, dan kerja sama tim ini kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan pendukung pertandingan. Cheerleading telah berkembang menjadi cabang kompetisi yang memiliki banyak turnamen di tingkat nasional maupun internasional. Dalam beberapa tahun…

  • Sekolah Harus Sosialisasikan MPLS ke Ortu, Boleh Lewat Surat-Saat Daftar Ulang

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa sekolah wajib menyosialisasikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada orang tua siswa.Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk surat resmi saat proses daftar ulang.Langkah ini bertujuan agar orang tua memahami kegiatan yang akan diikuti siswa baru. Kemendikdasmen menilai keterlibatan orang tua penting dalam mendukung pelaksanaan MPLS…

  • Data Anak Putus Sekolah di Muba Capai 19 Ribu Orang, Pemkab Bantah

    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membantah kabar yang menyebut jumlah anak putus sekolah di daerahnya mencapai 19 ribu orang. Bantahan itu muncul setelah data tersebut disampaikan dalam rapat Komisi V DPRD Sumatera Selatan. Pemkab menegaskan angka tersebut merupakan data mentah yang belum melalui proses verifikasi. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi pendidikan di Musi…