Soal AI Bagi Seniman, Menbud: Saya Tidak Khawatir, Sentuhan Manusia Masih Dominan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan oleh para seniman. Menurutnya, AI hanyalah alat yang dapat membantu proses kreatif. Sentuhan manusia tetap menjadi unsur utama yang tidak dapat digantikan teknologi. Menbud menegaskan nilai, emosi, pengalaman, dan perspektif seorang seniman masih menjadi fondasi dalam menghasilkan karya seni. Karena itu, kreativitas manusia diyakini akan tetap memiliki tempat penting di tengah kemajuan AI.

Fadli Zon mengatakan pemanfaatan AI justru dapat membuka peluang baru bagi industri kreatif. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu proses riset, eksplorasi ide, hingga meningkatkan efisiensi produksi karya. Namun, keputusan artistik tetap berada di tangan manusia. Menurutnya, karya seni yang lahir dari pengalaman hidup, nilai budaya, dan ekspresi personal tidak mudah ditiru oleh mesin. Karena itu, AI sebaiknya dipandang sebagai pendukung, bukan pengganti seniman.

Meski optimistis terhadap peran AI, Menbud tetap menekankan pentingnya perlindungan hak cipta dan hak moral kreator. Pemerintah terus mengikuti perkembangan regulasi terkait penggunaan AI dalam industri kreatif. Langkah tersebut diperlukan agar inovasi teknologi tidak merugikan para pencipta karya. Menurutnya, keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual harus terus dijaga. Pendekatan itu dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Pernyataan Menbud sejalan dengan pandangan sejumlah pelaku industri kreatif yang menilai AI merupakan alat bantu. Banyak seniman mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat proses berkarya tanpa menghilangkan identitas mereka. Namun, kualitas karya tetap ditentukan oleh kreativitas, kepekaan, dan imajinasi manusia. Menbud berharap para seniman terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sambil mempertahankan ciri khas karya masing-masing. Dengan cara itu, seni Indonesia diyakini mampu terus berkembang di era digital.

Similar Posts

  • Rieke Diah Pitaloka Diminta Sutradara Hilangkan Sisi Oneng di Film Seni Merayu Tuhan

    Rieke Diah Pitaloka kembali menunjukkan kemampuan aktingnya melalui film terbaru berjudul “Seni Merayu Tuhan”. Dalam proyek tersebut, Rieke menghadapi tantangan untuk melepaskan karakter Oneng yang telah melekat kuat pada dirinya. Sutradara Dedy Mercy secara khusus meminta Rieke menghadirkan karakter berbeda dari peran ikoniknya tersebut. Rieke dikenal luas sebagai Oneng melalui sitkom populer “Bajaj Bajuri” yang…

  • Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

    Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya. Genthong HSA dikenal sebagai seniman…

  • Tak Lekang Waktu, Ini Tiga Lukisan Paling Ikonik di Dunia

    Lukisan menjadi salah satu bentuk karya seni yang mampu melampaui batas waktu. Beberapa mahakarya tetap dikenal meski telah berusia ratusan tahun. Nilai sejarah, teknik, dan kisah di balik pembuatannya membuat karya tersebut terus menarik perhatian. Tidak sedikit lukisan yang menjadi destinasi utama di museum-museum dunia. Berikut tiga lukisan paling ikonik yang hingga kini masih memikat…

  • Geliat Kesenian Teater di Balik Konflik Berdarah Remaja Medan Belawan

    Konflik antarkelompok remaja yang kerap terjadi di kawasan Medan Belawan masih menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah situasi tersebut, sejumlah komunitas seni berupaya menghadirkan ruang positif melalui kegiatan teater. Mereka berharap seni dapat menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mengurangi potensi keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan anak muda dalam…

  • Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

    Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival diikuti 18 kontingen dari seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Acara berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Pemerintah berharap festival mampu menarik minat generasi…

  • Buka Festival Lembah Baliem, Wamenpar Janji Bantu Sanggar Seni di Jayawijaya

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan sanggar seni di daerah. Dukungan itu diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan seni lokal. Festival Lembah Baliem dinilai menjadi salah satu agenda budaya penting yang menarik wisatawan…