Rieke Diah Pitaloka Diminta Sutradara Hilangkan Sisi Oneng di Film Seni Merayu Tuhan

Rieke Diah Pitaloka kembali menunjukkan kemampuan aktingnya melalui film terbaru berjudul “Seni Merayu Tuhan”. Dalam proyek tersebut, Rieke menghadapi tantangan untuk melepaskan karakter Oneng yang telah melekat kuat pada dirinya. Sutradara Dedy Mercy secara khusus meminta Rieke menghadirkan karakter berbeda dari peran ikoniknya tersebut.

Rieke dikenal luas sebagai Oneng melalui sitkom populer “Bajaj Bajuri” yang tayang pada era 2000-an. Karakter tersebut memiliki gaya bicara dan ekspresi khas yang masih diingat banyak penonton. Karena itu, Dedy meminta Rieke menghilangkan unsur Oneng ketika memainkan karakter barunya. Tantangan tersebut membuat proses pendalaman karakter menjadi bagian penting dalam persiapan Rieke.

Dalam “Seni Merayu Tuhan”, Rieke memerankan seorang ibu bernama Fatimah. Karakter tersebut digambarkan memiliki latar dan dinamika berbeda dibandingkan Oneng. Rieke bahkan menyebut proses menghilangkan karakter lamanya menjadi tantangan tersendiri selama produksi. Ia harus memastikan penonton melihat Fatimah sebagai sosok baru tanpa teringat karakter ikonik sebelumnya.

Film ini diadaptasi dari novel karya Husein Ja’far Al Hadar atau Habib Jafar. Ceritanya membawa tema perjalanan spiritual yang dibalut dengan kisah keluarga dan kehidupan. Film tersebut dibintangi sejumlah aktor Indonesia dari generasi berbeda. Keterlibatan Rieke memberikan warna tersendiri karena publik sudah lama mengenalnya melalui berbagai karakter.

Permintaan meninggalkan sisi Oneng menunjukkan tantangan seorang aktor ketika karakter tertentu sudah sangat melekat di mata masyarakat. Rieke harus membangun gestur, ekspresi, dan pembawaan berbeda untuk menghidupkan Fatimah. Pengalaman panjangnya di dunia akting menjadi modal untuk menghadapi tantangan tersebut. “Seni Merayu Tuhan” sekaligus menjadi kesempatan Rieke memperlihatkan sisi akting berbeda kepada penonton Indonesia.

Similar Posts

  • Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

    Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya. Genthong HSA dikenal sebagai seniman…

  • Teater Koma Pentaskan Kembali Rumah Sakit Jiwa dengan Interpretasi Baru yang Relevan untuk Era Modern

    Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris Rumah Sakit Jiwa dengan pendekatan baru yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Pementasan tersebut menjadi produksi ke-237 Teater Koma dan menandai kembalinya naskah karya N. Riantiarno ke panggung setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di…

  • Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

    Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival diikuti 18 kontingen dari seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Acara berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Pemerintah berharap festival mampu menarik minat generasi…

  • Parade seni budaya di Desa Wisata Penglipuran Bali

    Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, kembali menggelar parade seni budaya dalam rangka Penglipuran Village Festival XIII yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026. Festival tahunan ini mengusung tema “Samskerti Bhumi Jana: Harmoni Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif”. Rangkaian acara menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, parade budaya, pameran UMKM, hingga kegiatan edukasi lingkungan. Festival tersebut…

  • Jakalcer Fest 2026 Resmi Digelar, Pasar Seni Ancol Hadirkan Panggung Seni, Musik, hingga Kuliner Nusantara

    Jakalcer Fest 2026 resmi berlangsung di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, mulai 19 hingga 28 Juni 2026. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Kota Jakarta sekaligus menghidupkan kembali kawasan Pasar Seni sebagai pusat kreativitas. Mengusung tema “Seamphony of The Arts”, Jakalcer Fest menghadirkan kolaborasi seni, budaya, musik, kuliner, serta ekonomi kreatif…

  • Ketika Gen Z Mengukir Aksara Sunda di Daun Lontar

    Di tengah derasnya arus digitalisasi, sejumlah anak muda dari generasi Z memilih cara unik untuk melestarikan budaya. Mereka belajar menulis Aksara Sunda di atas daun lontar, media tradisional yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu untuk menyimpan naskah dan pengetahuan masyarakat Nusantara. Kegiatan tersebut digelar dalam berbagai lokakarya budaya yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas…