Buka Festival Lembah Baliem, Wamenpar Janji Bantu Sanggar Seni di Jayawijaya

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan sanggar seni di daerah. Dukungan itu diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan seni lokal. Festival Lembah Baliem dinilai menjadi salah satu agenda budaya penting yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah juga ingin menjadikan budaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Wamenpar mengatakan sanggar seni memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi masyarakat Papua. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan akan membantu generasi muda mengenal dan menjaga warisan budaya leluhur. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan melalui pelatihan, promosi, dan penguatan kapasitas pelaku seni. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pertunjukan sekaligus memperluas peluang tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga akan terus diperkuat.

Festival Lembah Baliem menampilkan beragam atraksi budaya khas Papua. Pengunjung dapat menyaksikan simulasi perang suku, tarian tradisional, musik daerah, hingga pameran kerajinan tangan. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada wisatawan. Selain memberikan hiburan, festival juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, perajin, dan masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah.

Pemerintah berharap Festival Lembah Baliem terus berkembang sebagai agenda budaya bertaraf internasional. Dukungan terhadap sanggar seni menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan festival tersebut. Wamenpar juga mengajak seluruh pihak bersama-sama melestarikan budaya Papua sebagai kekayaan bangsa. Menurutnya, budaya yang terjaga akan memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia. Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu membawa Festival Lembah Baliem semakin dikenal di tingkat dunia.

Similar Posts

  • Merealisasikan Imajinasi dengan AI, Seni Digital Kian Membuka Peluang Kreator

    Merealisasikan Imajinasi dengan AI Jadi Tren Baru di Dunia Seni Merealisasikan imajinasi dengan AI kini menjadi salah satu tren yang berkembang pesat di dunia seni digital. Berkat kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), para seniman, ilustrator, desainer, hingga kreator konten mampu mengubah ide sederhana menjadi karya visual yang menarik. Teknologi AI tidak hanya…

  • Daftar Weton Tulang Wangi Menurut Kepercayaan Jawa, Kerap Dikaitkan dengan Bulan Suro

    Menjelang datangnya bulan Suro, pembahasan mengenai weton tulang wangi kembali ramai diperbincangkan. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton tulang wangi dianggap memiliki kepekaan spiritual yang lebih kuat dibanding weton lainnya. Kepercayaan ini sering dikaitkan dengan malam 1 Suro, yang merupakan awal tahun dalam penanggalan Jawa. Menurut pakar Javanologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), weton tulang wangi…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…

  • “Sering Disebut Badut, Kadang Bikin Kesal” Lara Seniman Pantomim Menjaga Seni Tanpa Kata

    Lara memilih tetap menekuni seni pantomim meski sering menghadapi anggapan yang keliru dari masyarakat. Seniman pantomim tersebut mengaku tidak jarang dipanggil badut ketika tampil di berbagai acara. Julukan itu terkadang membuatnya merasa kesal karena pantomim merupakan cabang seni pertunjukan yang memiliki teknik dan filosofi tersendiri. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk terus…

  • Dari Raden Saleh ke Marcos Kueh, Sajian Terbaru Museum MACAN

    Museum MACAN menghadirkan rangkaian pameran terbaru yang mempertemukan karya seni modern dan kontemporer dari berbagai generasi. Salah satu yang menarik perhatian adalah dialog visual antara karya maestro abad ke-19 Raden Saleh dan perupa tekstil kontemporer asal Sarawak, Marcos Kueh. Program pameran ini berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Jakarta Barat. Melalui pameran kelompok “Menelan Cakrawala”,…

  • Pre-sale Pameran Frida Kahlo di London Tembus 41 Ribu Tiket, Lampaui Rekor David Hockney

    LONDON – Pre-sale Pameran Frida Kahlo di London mencetak pencapaian luar biasa. Penjualan tiket prapenjualan dilaporkan mencapai lebih dari 41 ribu lembar, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh pameran seniman Inggris, David Hockney. Antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan bahwa karya-karya Frida Kahlo masih memiliki daya tarik yang sangat kuat di tingkat internasional. Bahkan sebelum pameran resmi…