Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival diikuti 18 kontingen dari seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Acara berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Pemerintah berharap festival mampu menarik minat generasi muda terhadap kesenian kethoprak.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan festival tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, kethoprak juga menjadi media edukasi yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mengingatkan masyarakat terhadap jati diri bangsa. Festival juga menjadi ruang bagi seniman muda untuk mengembangkan bakat mereka. Regenerasi pelaku seni dinilai penting agar kethoprak tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agung Danarto menjelaskan festival merupakan bentuk komitmen pemerintah menjaga warisan budaya daerah. Tahun ini festival mengangkat tema Mataram Pasca Perjanjian Giyanti. Tema tersebut mengajak peserta mengangkat kisah sejarah Mataram setelah Perjanjian Giyanti. Penyelenggaraan festival mengacu pada Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah peraturan daerah. Seluruh pertunjukan dinilai berdasarkan kualitas artistik, akting, serta penyajian cerita.

Festival Kethoprak menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang mendapat perhatian masyarakat Gunungkidul. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap seni tradisional. Kehadiran penonton dari berbagai kalangan diharapkan memberi semangat bagi para seniman. Festival juga menjadi sarana memperkenalkan kethoprak kepada generasi muda secara lebih menarik. Upaya tersebut diharapkan menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di masa mendatang.

Similar Posts

  • Mengenal Lawang Sakepeng, Warisan Budaya Dayak yang Meriahkan Festival Kampung 5

    Lawang Sakepeng menjadi salah satu atraksi budaya yang mencuri perhatian dalam Festival Kampung 5. Pertunjukan tersebut memperkenalkan tradisi khas Suku Dayak Ngaju kepada masyarakat luas. Lawang Sakepeng merupakan seni tradisional yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Atraksi ini menggabungkan unsur bela diri, adat, dan penghormatan kepada tamu yang datang. Pada Festival Kampung 5, penampilan Lawang…

  • Reog Ponorogo Terus Berjaya di Pundak Generasi Muda

    Reog Ponorogo terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia berkat peran aktif generasi muda. Kesenian tradisional asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu tidak hanya dipentaskan dalam berbagai acara daerah, tetapi juga tampil di tingkat nasional hingga internasional. Setelah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada Desember 2024, semangat pelestarian Reog semakin menguat…

  • Wayang Potehi Perkuat Toleransi dan Keberagaman Budaya Solo

    Wayang Potehi merupakan kesenian tradisional Tionghoa yang telah berkembang dan berakulturasi dengan budaya Indonesia selama berabad-abad. Pertunjukan ini menggunakan boneka tangan yang dimainkan pada panggung kecil dengan iringan musik tradisional. Ceritanya banyak mengangkat legenda, sejarah, dan kisah kepahlawanan dari Tiongkok. Kehadirannya di ruang budaya Indonesia menunjukkan perjalanan panjang interaksi antarmasyarakat. Di Solo, keberagaman budaya memiliki…

  • Buka ruang kreativitas, Pemkot Jakut gelar Festival Teater Pelajar

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menggelar Festival Teater Pelajar 2026 sebagai wadah kreativitas generasi muda. Kegiatan berlangsung di Pusat Pelatihan Seni Budaya Aki Tirem, Tanjung Priok, pada 20 hingga 27 Juli 2026. Festival diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Ikatan Teater Jakarta Utara (ITERA). Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan seni pertunjukan bagi kalangan pelajar….

  • Pacitan ajukan seni Rontek sebagai Warisan Budaya Tak Benda

    Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya melestarikan seni tradisional Rontek melalui pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Usulan tersebut diajukan kepada Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah. Seni Rontek selama ini menjadi salah satu kesenian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Pacitan. Tradisi tersebut kerap ditampilkan pada perayaan hari besar, festival budaya,…

  • Pameran seni rupa karya seniman neurodivergen

    Pameran seni rupa inklusif Art Spectrum: Keindahan yang Beragam menghadirkan karya para seniman muda neurodivergen dan penyandang cerebral palsy. Pameran berlangsung di Galeri Panyawangan-Bale Pare, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, hingga 30 Juli 2026. Sebanyak 21 perupa muda menampilkan puluhan karya dengan gaya dan pendekatan yang berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari…