Menjaga Tradisi, Merawat Kebersamaan lewat Sedekah Bumi di Lereng Arjuno Pasuruan

Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar oleh masyarakat di lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diperoleh sepanjang tahun. Warga dari berbagai usia turut berpartisipasi dalam rangkaian acara yang berlangsung penuh kebersamaan.

Beragam hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya diarak dalam prosesi budaya. Masyarakat kemudian berkumpul untuk mengikuti doa bersama dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Tokoh masyarakat setempat menilai Sedekah Bumi memiliki nilai budaya yang penting untuk dilestarikan. Selain menjaga warisan leluhur, tradisi tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Banyak anak-anak dan remaja dilibatkan agar memahami makna kebersamaan dan gotong royong yang terkandung dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Sedekah Bumi setiap tahun juga menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan langsung tradisi masyarakat lereng Arjuno. Warga berharap kegiatan ini terus terjaga sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Melalui tradisi tersebut, nilai syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Similar Posts

  • Mengenal Lawang Sakepeng, Tradisi Dayak untuk Menyambut Tamu yang Dipentaskan di Festival Kampung 5

    Tradisi Lawang Sakepeng menjadi salah satu pertunjukan budaya yang menarik perhatian pengunjung dalam Festival Kampung 5. Kesenian khas Suku Dayak Ngaju dari Kalimantan Tengah tersebut ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus pengenalan tradisi kepada masyarakat luas. Lawang Sakepeng dikenal sebagai tradisi penyambutan tamu yang memadukan unsur seni, adat, dan bela diri. Dalam bahasa Dayak Ngaju,…

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…

  • KPK Bakal Gelar Pementasan Teater Musikal Sidik

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar pementasan teater musikal berjudul “Sidik” sebagai bagian dari kampanye pendidikan antikorupsi kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya kreatif KPK dalam menyampaikan pesan integritas melalui seni pertunjukan yang lebih dekat dengan generasi muda. Pementasan tersebut melibatkan kreator konten, seniman, dan pelaku industri kreatif. KPK menilai pendekatan seni dapat…

  • Gebyar Budaya Blok M Jadi Simbol Persaudaraan Seni Nusantara

    Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali menjadi pusat perayaan budaya melalui gelaran Gebyar Budaya Blok M 2026. Acara ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan kekayaan budaya Nusantara yang ditampilkan dalam satu panggung kebersamaan. Gebyar Budaya Blok M menampilkan berbagai kesenian daerah, mulai dari tari…

  • Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Kompetisi Abang None Cilik untuk Sambut HUT Jakarta

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, Mercure Jakarta Sabang menghadirkan kompetisi Abang None Cilik yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah sejak usia dini. Kompetisi tersebut mengajak para peserta tampil mengenakan busana khas Betawi…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…