Saat Serangan Stroke Diceritakan dalam Lukisan Afnan Malay

Seniman sekaligus penyair Afnan Malay menuangkan pengalaman pribadinya saat terserang stroke ke dalam karya-karya lukisan abstrak. Kisah tersebut hadir melalui pameran tunggal bertajuk Energi Rupa yang digelar di Kembang Jati Art House, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran dibuka pada 18 Juli 2026 dan menampilkan lebih dari 25 karya yang merekam perjalanan hidup, ingatan, serta proses pemulihan sang seniman. Afnan menjadikan kanvas sebagai media untuk mengungkapkan pengalaman yang sulit diungkapkan melalui kata-kata.

Salah satu karya yang paling menyita perhatian berjudul Hotel Zed. Lukisan tersebut terinspirasi dari momen ketika Afnan mengalami serangan stroke saat berada di London pada 2018. Saat itu, ia tengah melakukan perjalanan bersama teman-temannya untuk menyaksikan pertandingan Arsenal melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wembley. Meski telah merasakan gejala stroke, Afnan tetap memaksakan diri berangkat sebelum akhirnya kondisinya memburuk dan menjalani perawatan di rumah sakit di London.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik perjalanan kreatif Afnan. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai penyair, penulis, dan aktivis, ia kembali menekuni seni rupa yang pernah dipelajarinya di Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sebagai penyintas stroke, Afnan mengaku justru menemukan energi baru ketika melukis. Ia bahkan mampu menghasilkan beberapa karya dalam sehari karena merasa proses kreatifnya mengalir tanpa henti.

Kurator pameran Rain Rosidi menilai Energi Rupa bukan sekadar pameran seni abstrak, melainkan catatan tentang hubungan antara tubuh, ingatan, dan kreativitas setelah perubahan fisik akibat stroke. Melalui sapuan warna, tekstur, dan gestur yang ekspresif, Afnan mengajak pengunjung menafsirkan sendiri perjalanan hidupnya. Pameran berlangsung hingga 27 Juli 2026 dengan dukungan Sastra Bulan Purnama, PLN, dan Abidin Fikri Pandjialam Foundation.

Similar Posts

  • Dari Kayu Hanyut hingga Patung Semar, Seniman Kulon Progo Sulap “Sampah” Jadi Karya Seni

    Tumpukan kayu hanyut yang terbawa arus sungai dan ombak laut kerap dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai. Namun, di tangan seniman asal Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, material tersebut berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Beragam patung berbentuk tokoh pewayangan, satwa, hingga figur Semar berhasil diciptakan dari potongan kayu bekas. Kreativitas tersebut tidak hanya…

  • Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul cetak rekor MURI hingga dunia

    Kabupaten Gunungkidul kembali menorehkan prestasi melalui Senam Kreasi Penthul Tembem yang mengangkat budaya lokal. Kegiatan tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI sekaligus rekor dunia. Acara digelar di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Sebanyak 1.588 peserta perempuan ambil bagian dalam senam massal tersebut. Pencapaian itu…

  • Budaya Betawi Meriahkan Perayaan HUT ke-499 Jakarta di Jaksel

    Berbagai kegiatan budaya Betawi digelar di Jakarta Selatan untuk memeriahkan perayaan HUT ke-499 Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan para pelaku seni di ibu kota. Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan menghadirkan beragam pertunjukan khas Betawi. Masyarakat dapat menikmati tari tradisional, lenong, palang pintu, hingga berbagai atraksi budaya lainnya yang tersebar…

  • Pameran Seni Tertua Dunia Buka di London

    Salah satu pameran seni tertua di dunia, Royal Academy Summer Exhibition 2026, resmi dibuka di London, Inggris. Pameran yang telah berlangsung tanpa jeda sejak 1769 itu kembali digelar di Royal Academy of Arts, Burlington House, mulai 16 Juni hingga 23 Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-258, pameran ini menampilkan ribuan karya seni dari seniman profesional maupun…

  • Menelusuri Karya Seni Oesman Effendi di Galeri Nasional Indonesia

    Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran Oesman Effendi bertajuk “Oesman Effendi (1919–1985): Arsip dan Karya”. Pameran yang berlangsung mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kreatif salah satu pelopor seni lukis abstrak Indonesia. Beragam lukisan, arsip, dokumen, hingga karya cukil kayu dipamerkan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kiprah sang seniman. Pameran…

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…