Mengenal Lawang Sakepeng, Warisan Budaya Dayak yang Meriahkan Festival Kampung 5

Lawang Sakepeng menjadi salah satu atraksi budaya yang mencuri perhatian dalam Festival Kampung 5. Pertunjukan tersebut memperkenalkan tradisi khas Suku Dayak Ngaju kepada masyarakat luas.

Lawang Sakepeng merupakan seni tradisional yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Atraksi ini menggabungkan unsur bela diri, adat, dan penghormatan kepada tamu yang datang.

Pada Festival Kampung 5, penampilan Lawang Sakepeng menghadirkan pesilat adat yang memperagakan gerakan khas Dayak. Atraksi dilakukan di bawah gapura adat sebagai simbol penyambutan penuh kehormatan.

Secara etimologi, “lawang” berarti pintu atau gerbang. Sementara “sakepeng” berarti satu keping. Gapura tersebut menjadi simbol pintu kehidupan yang harus dilewati dengan keberanian dan kebijaksanaan.

Dalam pertunjukan, para pesilat saling beradu teknik secara atraktif. Namun, tujuan utamanya bukan untuk saling mengalahkan. Atraksi tersebut melambangkan penghormatan, persaudaraan, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.

Di tengah gapura biasanya terdapat benang sebagai penghalang. Benang itu kemudian diputus sebagai simbol memutus segala rintangan, marabahaya, dan hambatan sebelum memasuki kehidupan baru atau menyambut tamu penting.

Tradisi Lawang Sakepeng dahulu banyak digunakan dalam upacara adat dan pernikahan masyarakat Dayak Ngaju. Kini, atraksi tersebut juga rutin dipentaskan pada berbagai festival budaya sebagai upaya pelestarian warisan leluhur.

Selain menampilkan gerakan silat, pertunjukan diiringi alat musik tradisional Dayak. Iringan musik membuat suasana penyambutan semakin semarak sekaligus memperkuat nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Festival Kampung 5 menjadi ruang promosi budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan. Kehadiran Lawang Sakepeng diharapkan meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Dayak sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.Informasi tambahan cuman di situs AYAMTOTO yang anti rungkat

Similar Posts

  • Lestari Moerdijat: Pelestarian Lengger Perkuat Karakter dan Kesadaran Kebangsaan Generasi Penerus

    Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya pelestarian seni dan budaya tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa serta menumbuhkan kesadaran kebangsaan pada generasi muda. Salah satu budaya yang dinilai memiliki nilai luhur untuk terus dijaga keberlangsungannya adalah seni tari Lengger. Menurut Lestari, Lengger tidak hanya memiliki nilai seni yang tinggi, tetapi menyimpan…

  • Merealisasikan Imajinasi AI Lewat Karya Sen

    Karya Sen menjadi salah satu bentuk eksplorasi seni modern yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dan kreativitas manusia.Proyek ini berfokus pada bagaimana imajinasi yang dihasilkan AI dapat diwujudkan menjadi karya visual maupun konseptual yang nyata.Pendekatan ini membuka ruang baru dalam dunia seni digital yang terus berkembang. Dalam prosesnya, AI digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide,…

  • Mengenal Lawang Sakepeng, Tradisi Dayak untuk Menyambut Tamu yang Dipentaskan di Festival Kampung 5

    Tradisi Lawang Sakepeng menjadi salah satu pertunjukan budaya yang menarik perhatian pengunjung dalam Festival Kampung 5. Kesenian khas Suku Dayak Ngaju dari Kalimantan Tengah tersebut ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus pengenalan tradisi kepada masyarakat luas. Lawang Sakepeng dikenal sebagai tradisi penyambutan tamu yang memadukan unsur seni, adat, dan bela diri. Dalam bahasa Dayak Ngaju,…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…

  • Menelusuri Karya Seni Oesman Effendi di Galeri Nasional Indonesia

    Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran Oesman Effendi bertajuk “Oesman Effendi (1919–1985): Arsip dan Karya”. Pameran yang berlangsung mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kreatif salah satu pelopor seni lukis abstrak Indonesia. Beragam lukisan, arsip, dokumen, hingga karya cukil kayu dipamerkan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kiprah sang seniman. Pameran…

  • Faza Meonk Berharap Pameran Internasional Kerek Peluang Kreator Lokal

    Kreator Si Juki, Faza Meonk, berharap kehadiran pameran internasional dapat membuka peluang yang lebih besar bagi kreator lokal Indonesia. Menurutnya, ajang berskala global tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga sarana membangun jejaring dan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku industri kreatif Tanah Air. Faza Meonk menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pameran kreatif yang…