Pengusaha Mal Beri Sinyal Harga Barang Naik di Akhir Tahun

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memberi sinyal harga barang di pusat perbelanjaan berpotensi naik pada akhir 2026. Kenaikan diperkirakan terjadi saat pelaku usaha mulai menyiapkan stok untuk musim belanja Natal dan Tahun Baru. Saat ini, sebagian besar peritel masih menjual barang dari stok lama yang dibeli ketika nilai tukar rupiah lebih kuat. Namun, ruang untuk menahan harga dinilai semakin terbatas. APPBI berharap kondisi ekonomi segera membaik agar kenaikan harga dapat dihindari.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan tekanan biaya usaha terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan biaya berasal dari logistik, energi, operasional, hingga bunga pinjaman. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga membuat biaya pengadaan barang impor semakin mahal. Menurut Alphonzus, kondisi tersebut berpotensi memaksa pelaku usaha menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Penyesuaian diperkirakan mulai terasa ketika peritel melakukan pengadaan stok baru menjelang kuartal keempat.

Meski demikian, pelaku usaha masih berupaya mempertahankan harga selama daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya. APPBI menilai konsumen kelas menengah bawah masih menjadi penopang utama transaksi di pusat perbelanjaan. Kenaikan harga dikhawatirkan justru semakin menekan konsumsi rumah tangga. Karena itu, pengusaha ritel memilih meningkatkan efisiensi sambil menunggu kondisi ekonomi lebih stabil. Berbagai program promosi juga terus disiapkan untuk menjaga minat belanja masyarakat.

APPBI berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung iklim usaha nasional. Perbaikan kondisi ekonomi dinilai penting agar biaya operasional tidak terus meningkat. Jika tekanan biaya dapat dikendalikan, peluang kenaikan harga barang juga akan semakin kecil. Namun, apabila pelemahan rupiah berlanjut hingga akhir tahun, peritel diperkirakan sulit menghindari penyesuaian harga. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga berbagai produk, terutama barang impor dan produk gaya hidup di pusat perbelanjaan.

Similar Posts

  • Manuver Putar Balik Bank Sentral dan Rencana Bisnis DNAR hingga BBCA

    Perubahan arah kebijakan sejumlah bank sentral global menjadi perhatian utama pelaku pasar pada pertengahan 2026. Setelah sebelumnya mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi, beberapa bank sentral mulai memberikan sinyal pelonggaran kebijakan seiring meredanya tekanan harga dan perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut turut memengaruhi strategi bisnis perbankan di Indonesia dalam menyusun target pertumbuhan hingga akhir…

  • Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!

    Kabar mengenai dua produsen otomotif Jepang yang disebut akan memindahkan produksi dari Indonesia ke Vietnam kembali ramai dibahas. Isu tersebut muncul setelah beredarnya informasi mengenai strategi efisiensi dan restrukturisasi pabrik di kawasan Asia Tenggara. Dua perusahaan yang sering dikaitkan dengan isu tersebut adalah Yamaha Motor dan Honda Motor. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi…

  • Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

    Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp174 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibanding alokasi pada 2026 yang mencapai sekitar Rp217 triliun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan penurunan anggaran bukan karena pengurangan komitmen pemerintah. Perubahan itu dipengaruhi penyesuaian jumlah sasaran penerima manfaat dan efisiensi pelaksanaan program. Pembahasan anggaran…

  • BPOM Sebut 39% Sarana Produksi AMDK Tak Memenuhi Syarat

    Badan Pengawas Obat dan Makanan mengungkapkan hasil pengawasan terhadap sarana produksi air minum dalam kemasan.Sebanyak 39 persen fasilitas produksi diketahui belum memenuhi standar yang ditetapkan.Temuan ini berasal dari hasil inspeksi di berbagai daerah. BPOM menilai masih terdapat pelanggaran pada aspek higiene dan sanitasi produksi.Beberapa fasilitas disebut belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan operasional.Kondisi ini berpotensi memengaruhi…

  • Bapanas Kaji Usulan Telur Masuk Paket Bansos Beras Juli-September 2026

    Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mengkaji usulan penambahan telur ayam ke dalam paket bantuan pangan beras periode Juli hingga September 2026. Usulan tersebut muncul untuk meningkatkan asupan gizi keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung peternak ayam petelur. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan pembahasan masih dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah ingin memastikan kebijakan tersebut…

  • Anggaran BGN Dipangkas Dua Kali, Kini Tersisa Rp 228,38 Triliun

    Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dalam proses penyesuaian belanja negara. Setelah dilakukan efisiensi anggaran, pagu yang semula lebih besar kini tersisa Rp228,38 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran sekaligus menyesuaikan prioritas program nasional. Meski mengalami pemangkasan, pemerintah menegaskan bahwa program-program utama…