Pelatihan Gamelan Berbasis Braille Dorong Pelestarian Budaya Secara Inklusif di Tulungagung

Pelatihan Gamelan Berbasis Braille digelar di Balai Budaya Tulungagung, Jawa Timur, sebagai upaya memperluas akses seni bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6) itu diikuti tujuh pelajar tunanetra dengan semangat tinggi untuk mengenal musik tradisional Jawa.

Program tersebut dikembangkan menggunakan metode audio-kinestetik yang mengandalkan pendengaran dan perabaan. Peserta diajak mengenal berbagai instrumen gamelan melalui sentuhan langsung sebelum mempelajari karakter bunyi dari masing-masing alat musik.

Pelatih gamelan, Aulia Renata, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Metode pembelajaran dirancang khusus agar pelajar tunanetra dapat memahami dan memainkan gamelan dengan lebih mudah.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada berbagai instrumen seperti saron, demung, bonang, kenong, gong, kempul, dan kendang. Mereka mempelajari bentuk alat musik melalui perabaan sebelum mulai berlatih memainkan nada dan irama sederhana.

Untuk memudahkan proses belajar, tim pelatih memasang kode braille pada beberapa instrumen, terutama saron dan demung. Penanda tersebut membantu peserta mengenali posisi nada saat memainkan gamelan.

Menurut Aulia, sebagian besar pelajar tunanetra selama ini lebih mengenal alat musik modern seperti gitar, piano, dan drum. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang selama ini belum banyak diakses kelompok difabel.

Meski baru mengikuti pelatihan dasar selama sekitar satu jam, para peserta sudah mampu memainkan beberapa instrumen secara bersama-sama. Mereka bahkan berhasil menciptakan harmoni sederhana yang menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap metode pembelajaran tersebut.

Pelatihan Gamelan Berbasis Braille menjadi bukti bahwa seni tradisional dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Pendekatan inklusif seperti ini dinilai penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui program tersebut, pelestarian gamelan tidak hanya berfokus pada menjaga tradisi. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan budaya masyarakat.

Similar Posts

  • Dari Fasad Menjadi Memori: Pameran Tampak Depan Ody Yogi Hidupkan Kembali Kisah Kota Palembang

    Perupa Ody Yogi menghadirkan pameran bertajuk Tampak Depan yang mengangkat wajah Kota Palembang melalui ilustrasi fasad bangunan. Pameran ini mengajak pengunjung mengenang berbagai tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Bangunan-bangunan lama ditampilkan bukan sekadar sebagai objek visual, tetapi juga sebagai pengingat perjalanan sebuah kota. Melalui karya-karyanya, Ody berusaha merekam perubahan ruang yang terus…

  • Pameran “Mukadimah” di Art Meru Tampilkan Refleksi dan Kritik Sosial dari Seniman Jatim

    Pameran seni rupa bertajuk Mukadimah resmi digelar di Art Meru, Kota Malang, Jawa Timur. Pameran menghadirkan karya para seniman asal Jawa Timur yang mengangkat refleksi kehidupan dan kritik sosial. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 5 Juli hingga 3 Agustus 2026. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya dengan beragam medium dan pendekatan artistik. Pameran ini menjadi ruang dialog…

  • Kebun Raya Bogor Tawarkan Cara Wisata Baru, Pengunjung Bisa Belajar Cangkok hingga Seni Bunga Kering

    Kebun Raya Bogor menghadirkan pengalaman wisata baru yang memadukan rekreasi dengan edukasi. Pengunjung kini tidak hanya menikmati koleksi tanaman dan suasana hijau. Mereka juga dapat mengikuti berbagai lokakarya yang mengajarkan keterampilan seputar dunia botani. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman lebih interaktif bagi keluarga dan pecinta tanaman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya pilihan…

  • Pramono apresiasi Pameran Threads of Wax bentuk kolaborasi RI-Hungaria

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi penyelenggaraan pameran Threads of Wax yang menampilkan kolaborasi seni dan budaya antara Indonesia dengan Hungaria. Menurutnya, pameran tersebut tidak hanya memperlihatkan keindahan karya seni, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan budaya dan persahabatan antara kedua negara. Pameran Threads of Wax menghadirkan berbagai karya yang memadukan unsur batik Indonesia dengan…

  • Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul cetak rekor MURI hingga dunia

    Kabupaten Gunungkidul kembali menorehkan prestasi melalui Senam Kreasi Penthul Tembem yang mengangkat budaya lokal. Kegiatan tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI sekaligus rekor dunia. Acara digelar di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Sebanyak 1.588 peserta perempuan ambil bagian dalam senam massal tersebut. Pencapaian itu…

  • KTF UI Kembali Jalankan Misi Budaya ke Eropa, Tampilkan Keindahan Budaya Indonesia

    Komunitas Tari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (KTF UI) Radha Sarisha kembali mengemban misi budaya ke Eropa pada Juli hingga Agustus 2026. Sebanyak 37 mahasiswa yang terdiri atas penari dan pemusik akan mewakili Indonesia dalam rangkaian Festival du Sud di Prancis dan Spanyol. Melalui misi tersebut, mereka akan memperkenalkan kekayaan seni dan…