Setu Babakan gelar Gebyar Seni Budaya sambut HUT ke-499 Jakarta

Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan kembali menjadi pusat perayaan budaya Betawi melalui acara Gebyar Seni Budaya Setu Babakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda resmi yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memeriahkan perayaan menuju lima abad Jakarta pada 2027.

Acara yang digelar pada 20 Juni 2026 di kawasan Kampung M.H. Thamrin, Setu Babakan, menghadirkan berbagai pertunjukan khas Betawi. Pengunjung dapat menikmati atraksi seni tradisional, pertunjukan musik, tarian daerah, hingga beragam kuliner khas budaya Jakarta. Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan warisan budaya Betawi kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Gebyar Seni Budaya Setu Babakan menjadi salah satu rangkaian acara unggulan dalam peringatan HUT ke-499 Jakarta yang mengusung tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”. Melalui kegiatan budaya ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa modernisasi Jakarta harus berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi dan sejarah.

Selain pertunjukan seni, berbagai pelaku UMKM dan komunitas budaya turut meramaikan acara. Kehadiran mereka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk kreatif dan kuliner khas Betawi. Aktivitas tersebut sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Setu Babakan selama ini dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Betawi di Jakarta. Menjelang HUT Jakarta, kawasan ini selalu menjadi lokasi berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seniman, komunitas, dan masyarakat. Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa budaya Betawi masih memiliki tempat penting di tengah perkembangan ibu kota yang semakin modern.

Melalui Gebyar Seni Budaya 2026, Setu Babakan kembali menegaskan perannya sebagai rumah budaya Betawi. Acara ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga simbol upaya menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Jakarta kepada generasi mendatang.

Similar Posts

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…

  • Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Kompetisi Abang None Cilik untuk Sambut HUT Jakarta

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, Mercure Jakarta Sabang menghadirkan kompetisi Abang None Cilik yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah sejak usia dini. Kompetisi tersebut mengajak para peserta tampil mengenakan busana khas Betawi…

  • Bentara Budaya Gelar Pameran Lukisan Anak dan Maestro, Soroti Dunia Anak dari Masa ke Masa

    Bentara Budaya menggelar pameran seni yang menghadirkan karya lukisan anak-anak dan para maestro seni rupa Indonesia dalam satu ruang yang sama. Pameran ini mengangkat tema tentang dunia anak serta bagaimana perspektif terhadap masa kanak-kanak berkembang dari waktu ke waktu. Melalui pendekatan tersebut, pengunjung diajak melihat berbagai interpretasi mengenai kehidupan, imajinasi, dan pengalaman anak dari sudut…

  • Pameran Seni Tertua Dunia Buka di London

    Salah satu pameran seni tertua di dunia, Royal Academy Summer Exhibition 2026, resmi dibuka di London, Inggris. Pameran yang telah berlangsung tanpa jeda sejak 1769 itu kembali digelar di Royal Academy of Arts, Burlington House, mulai 16 Juni hingga 23 Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-258, pameran ini menampilkan ribuan karya seni dari seniman profesional maupun…

  • Lestari Moerdijat Dorong Tari Lengger Banyumas Jadi Warisan Dunia UNESCO

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Tari Lengger Banyumas untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO. Menurutnya, kesenian tradisional yang telah hidup dan berkembang di masyarakat Banyumas selama berabad-abad itu memiliki nilai budaya yang tinggi serta layak mendapat perlindungan di tingkat internasional. Lestari menilai Tari Lengger Banyumas bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi…

  • Dari Besakih untuk Indonesia, Waskita Rawat Warisan Peradaban dan Gerakkan Ekonomi Budaya

    PT Waskita Karya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya nasional melalui berbagai proyek strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kawasan Pura Agung Besakih di Bali. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada kawasan suci tersebut. Sebagai…