Rangga Riantiarno akan Sutradarai Teater Koma dalam Lakon “Rumah Sakit Jiwa” Karya N. Riantiarno
Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris Rumah Sakit Jiwa karya N. Riantiarno setelah 35 tahun sejak pementasan perdananya pada 1991. Produksi ke-237 Teater Koma ini akan disutradarai oleh Rangga Riantiarno dan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 melalui kolaborasi Teater Koma dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Kebangkitan kembali naskah klasik tersebut menjadi penghormatan terhadap warisan kreatif mendiang N. Riantiarno sekaligus menghadirkan tafsir baru yang relevan dengan kondisi masa kini.
Rangga Riantiarno menilai pesan dalam Rumah Sakit Jiwa justru semakin kuat di era digital. Menurutnya, naskah yang ditulis ketika internet belum berkembang kini terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Arus informasi, media sosial, hingga kecerdasan buatan dinilai memengaruhi kondisi psikologis manusia secara signifikan. Melalui pementasan ini, penonton diajak mempertanyakan apakah dunia saat ini perlahan berubah menjadi sebuah “rumah sakit jiwa” akibat tekanan sosial dan informasi yang terus mengalir.
Lakon ini mengisahkan Rogusta, seorang dokter muda yang mulai bertugas di rumah sakit jiwa pimpinan Profesor Sidarita. Rogusta percaya pendekatan yang penuh empati dapat membantu proses penyembuhan pasien. Namun, keyakinannya justru memicu benturan dengan sistem lama dan pihak-pihak yang merasa kepentingannya terancam. Teater Koma menghadirkan kisah tersebut sebagai refleksi mengenai perjuangan mengubah sistem yang telah mengakar serta pentingnya nilai kemanusiaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Pementasan melibatkan puluhan pemain lintas generasi dengan dukungan tata artistik, musik, multimedia, tata cahaya, dan kostum yang dirancang secara khusus. Perancang busana Samuel Wattimena bersama Rima Ananda menghadirkan kostum yang menonjolkan kondisi psikologis setiap tokoh. Sementara itu, musik garapan Fero A. Stefanus disusun mengikuti dinamika emosi di setiap adegan. Melalui produksi terbaru ini, Teater Koma berharap Rumah Sakit Jiwa tetap menjadi karya yang relevan dan mampu mengajak penonton merenungkan realitas kehidupan masa kini.
