Lebih dari 1 Juta Lulusan Menganggur, Akademisi Soroti Pengaruh Privilege

Lebih dari 1 juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia tercatat menganggur pada Mei 2026. Data Sakernas mencatat 1.033.132 lulusan D-4 hingga S-3 berada dalam kondisi tersebut. Angka itu setara 14,31 persen dari kelompok lulusan perguruan tinggi. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan pendidikan, keterampilan, dan peluang kerja.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, menilai masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kompetensi. Ia menyoroti ketimpangan modal sosial yang dimiliki setiap lulusan. Menurutnya, ijazah merupakan modal budaya yang tidak otomatis berubah menjadi pekerjaan. Jaringan, pengalaman, kemampuan bahasa, akses teknologi, dan dukungan ekonomi turut memengaruhi peluang seseorang.

Kondisi tersebut membuat lulusan dengan pendidikan sama memiliki kesempatan berbeda. Sebagian pencari kerja memiliki keluarga yang mampu mendukung proses mencari pekerjaan. Mereka juga dapat memiliki jaringan sosial dan pengalaman lebih luas. Sementara itu, lulusan lain harus mengandalkan ijazah sebagai modal utama. Perbedaan titik awal tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep privilege dalam memasuki pasar kerja.

Selain faktor sosial, perubahan struktur ekonomi turut menjadi persoalan. Radius menyoroti pertumbuhan sektor yang semakin padat modal dan fenomena deindustrialisasi. Investasi pada sektor tersebut belum tentu menciptakan pekerjaan berkualitas dalam jumlah besar. Akibatnya, pertumbuhan jumlah tenaga kerja terdidik tidak selalu diikuti pertumbuhan lapangan kerja yang sepadan.

Persoalan ini juga disoroti Guru Besar UGM Tadjuddin Noer Effendi. Ia menilai banyak lulusan datang membawa ijazah, tetapi belum memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan perusahaan. Kondisi itu menunjukkan pengangguran terdidik perlu dilihat dari berbagai sisi. Pemerintah dan perguruan tinggi perlu memperkuat keterampilan kerja sekaligus memperluas akses terhadap peluang ekonomi.

Similar Posts

  • Alasan Warga Tolak Pembangunan Gedung SDN 026 Bojongloa Bandung

    Rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa di Kota Bandung menuai penolakan dari sebagian warga sekitar lokasi. Penolakan muncul karena sejumlah warga mengkhawatirkan dampak pembangunan terhadap lingkungan permukiman. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas dan mengurangi kenyamanan kawasan. Selain itu, warga meminta pemerintah membuka ruang dialog sebelum pembangunan dimulai. Warga juga mempertanyakan…

  • Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?

    Ratusan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK mengikuti simulasi rapat DPR sebagai bagian dari program pendidikan demokrasi. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses legislasi dan pengambilan keputusan di parlemen. Para peserta berperan sebagai anggota dewan, pimpinan rapat, hingga perwakilan pemerintah. Mereka menjalani tahapan rapat layaknya sidang resmi di DPR. Simulasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman generasi muda…

  • Siswa Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Fisika Internasional 2026

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di Bucaramanga, Kolombia, pada 4–12 Juli 2026. Indonesia berhasil membawa pulang lima medali yang terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Prestasi tersebut diraih setelah para peserta bersaing dengan 381 siswa dari 93…

  • Warga Kupang Minta KPK Audit Operator SPMB SMA, Kuota Penuh dalam Menit

    Komisi Pemberantasan Korupsi diminta warga Kupang untuk melakukan audit terhadap operator Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di daerah tersebut.Permintaan ini muncul setelah kuota pendaftaran dilaporkan penuh hanya dalam hitungan menit sejak sistem dibuka.Kondisi ini kemudian menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan dari masyarakat. Warga menilai proses pendaftaran tidak berjalan secara transparan dan perlu diawasi lebih…

  • Buku Pelajaran yang Adaptif terhadap Pergantian Kurikulum

    Buku Pelajaran Adaptif dinilai menjadi solusi untuk menghadapi pergantian kurikulum di Indonesia. Konsep tersebut memungkinkan materi pembelajaran tetap relevan meski terjadi perubahan kebijakan pendidikan. Buku adaptif disusun dengan materi yang fleksibel dan mudah diperbarui. Guru dapat menyesuaikan isi pembelajaran sesuai capaian belajar, karakter peserta didik, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan ini mendukung proses belajar yang…

  • Hanya 17.816 Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang, Wamen Stella: Alasannya Bukan soal Biaya UKT Saja

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, meluruskan informasi yang menyebut sekitar 60 ribu calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN). Menurutnya, angka tersebut bukan seluruhnya mahasiswa yang mengundurkan diri. Dari total sekitar 60 ribu, sebanyak 42.315 merupakan bangku yang tidak terisi, sedangkan hanya 17.816 calon mahasiswa yang telah…