Emparty 2026 Art For Humanity Event Penuh Makna di TBJT Jateng
Emparty Art Fest 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi seni yang mengusung tema Art for Humanity di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta. Festival ini berlangsung pada 4–10 Agustus 2026 dan melibatkan 377 seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menggabungkan pameran seni, pertunjukan budaya, lokakarya, diskusi, hingga aksi sosial. Penyelenggara ingin menunjukkan bahwa seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk membangun kepedulian dan memperkuat nilai kemanusiaan. Festival ini menjadi wadah bagi seniman, komunitas, akademisi, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk berkolaborasi.
Pembukaan festival dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dan Wali Kota Surakarta Respati Ardi. Giring menilai tema Art for Humanity sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, seni memiliki kekuatan menyatukan berbagai perbedaan dan mempererat rasa empati. Sementara itu, Respati menyebut Emparty Art Fest menjadi ruang inklusif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat merawat kebudayaan bangsa. Keduanya mengapresiasi penyelenggara yang membuka ruang bagi komunitas difabel, generasi muda, hingga pelestari budaya.
Ketua Seniman Merdeka Indonesia, Barata Sena, menjelaskan nama Emparty merupakan gabungan dari kata empathy dan party. Konsep tersebut mengajak masyarakat merayakan kepedulian melalui karya seni dan kebersamaan. Festival ini menghadirkan beragam cabang seni, mulai dari seni rupa, fotografi, mural, teater, keramik, pertunjukan, hingga keris. Seluruh karya diharapkan mampu mengajak pengunjung merenungkan berbagai persoalan sosial melalui bahasa seni yang universal.
Emparty Art Fest diharapkan menjadi agenda budaya yang terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. Festival ini tidak hanya memperkuat ekosistem seni di Solo, tetapi juga memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya dan berkolaborasi. Kehadiran ratusan pelaku seni menunjukkan besarnya semangat menjaga budaya melalui pendekatan yang inklusif. Melalui tema Art for Humanity, penyelenggara berharap seni dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
