UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengeluhkan kondisi bisnis yang semakin berat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kenaikan kurs membuat harga bahan baku impor meningkat dan biaya produksi ikut membengkak. Dampak tersebut paling dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha di berbagai sektor.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengakui pelemahan rupiah mulai memberikan tekanan kepada sebagian pelaku usaha. Menurutnya, dampak paling besar dirasakan UMKM yang menggunakan bahan baku impor dalam proses produksi. Kenaikan biaya tersebut sulit dihindari ketika nilai tukar terus berfluktuasi. Namun, pemerintah menilai tidak semua sektor UMKM mengalami tekanan yang sama.

Maman menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan kondisi ekonomi dan dampaknya terhadap pelaku usaha. Berbagai langkah disiapkan untuk menjaga daya saing UMKM di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah juga mendorong penggunaan bahan baku lokal agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi. Selain itu, pelaku usaha diharapkan meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar produk dalam negeri.

Meski menghadapi tantangan, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Dukungan tersebut meliputi akses pembiayaan, perlindungan usaha, hingga perluasan pasar produk lokal. Pemerintah berharap kebijakan tersebut membantu pelaku usaha bertahan di tengah gejolak ekonomi. UMKM tetap dipandang sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Similar Posts

  • Harga Pangan Turun, Sumsel Catat Deflasi 0,24% pada Juli 2026

    Provinsi Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong deflasi tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga kebutuhan pokok mulai mereda setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada beberapa bulan terakhir. Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Sumatera…

  • Adhi Karya (ADHI) Raup Rp3,11 Triliun, Laba Naik 12,6% di Semester I/2026

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Emiten konstruksi pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional serta kontribusi…

  • Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!

    Kabar mengenai dua produsen otomotif Jepang yang disebut akan memindahkan produksi dari Indonesia ke Vietnam kembali ramai dibahas. Isu tersebut muncul setelah beredarnya informasi mengenai strategi efisiensi dan restrukturisasi pabrik di kawasan Asia Tenggara. Dua perusahaan yang sering dikaitkan dengan isu tersebut adalah Yamaha Motor dan Honda Motor. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi…

  • Pemerintah Diminta Perbanyak Ayam dan Telur di Menu MBG, Peternak Bisa Terima Rp31,68 Triliun

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat memberikan dampak besar bagi sektor peternakan nasional. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) meminta pemerintah memperbanyak porsi ayam dan telur dalam menu MBG. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan gizi peserta sekaligus menyerap produksi peternak lokal. Jika direalisasikan, nilai transaksi yang diterima peternak diperkirakan mencapai Rp31,68 triliun per tahun….

  • Kisi-Kisi Emiten Telko ISAT, TLKM, EXCL dari Pertarungan Monetisasi 5G

    Persaingan industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring semakin masifnya pengembangan jaringan 5G. Tiga emiten telekomunikasi besar, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), kini menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mengubah investasi besar pada infrastruktur 5G menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan….

  • BBM Biodiesel B50 Ada Masa Transisi 3 Bulan, ESDM Beberkan Alasannya

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan masa transisi selama tiga bulan sebelum implementasi penuh Biodiesel B50. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak, mulai dari produsen bahan bakar, badan usaha, hingga sektor industri dan transportasi yang akan menggunakan campuran biodiesel 50 persen tersebut. Menurut Kementerian ESDM, masa transisi diperlukan agar proses distribusi,…