Immortal The Musical: The Legendary Betawi ‘Si Pitung’ Hadirkan Kembali Legenda Betawi untuk Generasi Masa Kini

Pertunjukan Immortal The Musical: The Legendary Betawi ‘Si Pitung’ siap menghidupkan kembali legenda Betawi melalui pementasan musikal modern. Produksi tersebut akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 29 hingga 31 Agustus 2026. Pementasan menjadi hasil kolaborasi Jakarta Performing Arts Community bersama sejumlah seniman lintas generasi. Kisah Si Pitung dihadirkan kembali agar lebih dekat dengan penonton muda masa kini.

Musikal ini mengangkat sosok Si Pitung sebagai pahlawan rakyat yang dikenal melawan ketidakadilan pada masa kolonial. Cerita dikemas dengan sentuhan teater modern tanpa menghilangkan nilai budaya Betawi. Penonton akan disuguhkan perpaduan akting, musik, tari, serta tata panggung yang megah. Unsur budaya Betawi juga diperkuat melalui penggunaan bahasa, kostum, dan iringan musik tradisional.

Produser pertunjukan menjelaskan karya tersebut menjadi upaya memperkenalkan kembali cerita rakyat kepada generasi muda. Menurut penyelenggara, kisah Si Pitung memiliki pesan keberanian, kepedulian, dan semangat membela masyarakat kecil. Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan dengan kehidupan saat ini. Melalui format musikal, cerita klasik diharapkan lebih mudah diterima oleh penonton dari berbagai usia.

Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini diharapkan memperkuat apresiasi terhadap budaya Betawi di tengah perkembangan seni modern. Pementasan juga menjadi ruang kolaborasi bagi seniman muda dan senior dalam satu produksi. Penyelenggara berharap musikal tersebut mampu menarik minat masyarakat terhadap cerita rakyat Indonesia. Immortal The Musical: The Legendary Betawi ‘Si Pitung’ diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya karya panggung bertema budaya Nusantara lainnya.

Similar Posts

  • Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

    Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya. Genthong HSA dikenal sebagai seniman…

  • Menjaga Denyut Seni Ukir Batu di Kebumen, Suhanto Terkendala Pesanan yang Tak Tentu

    Suhanto terus mempertahankan tradisi seni ukir batu di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meski pesanan datang tidak menentu. Perajin yang telah menekuni profesi tersebut selama puluhan tahun itu tetap menghasilkan berbagai karya, mulai dari patung, relief, hingga ornamen bangunan. Baginya, seni ukir batu bukan sekadar mata pencarian, tetapi juga warisan budaya yang perlu dijaga. Namun, perubahan…

  • Bukan Patung Labu, Ini Lukisan Yayoi Kusama yang Terjual Paling Mahal

    Yayoi Kusama dikenal melalui patung labu, motif polkadot, dan instalasi Infinity Mirror Rooms. Namun, karya termahalnya di pasar lelang justru berupa lukisan. Karya tersebut berjudul White No. 28 dan menjadi bagian dari seri Infinity Nets. White No. 28 dibuat pada 1960 ketika Kusama berada di New York. Lukisan tersebut menampilkan pola jaring putih yang berulang…

  • Tak Lekang Waktu, Ini Tiga Lukisan Paling Ikonik di Dunia

    Lukisan menjadi salah satu bentuk karya seni yang mampu melampaui batas waktu. Beberapa mahakarya tetap dikenal meski telah berusia ratusan tahun. Nilai sejarah, teknik, dan kisah di balik pembuatannya membuat karya tersebut terus menarik perhatian. Tidak sedikit lukisan yang menjadi destinasi utama di museum-museum dunia. Berikut tiga lukisan paling ikonik yang hingga kini masih memikat…

  • “Sering Disebut Badut, Kadang Bikin Kesal” Lara Seniman Pantomim Menjaga Seni Tanpa Kata

    Lara memilih tetap menekuni seni pantomim meski sering menghadapi anggapan yang keliru dari masyarakat. Seniman pantomim tersebut mengaku tidak jarang dipanggil badut ketika tampil di berbagai acara. Julukan itu terkadang membuatnya merasa kesal karena pantomim merupakan cabang seni pertunjukan yang memiliki teknik dan filosofi tersendiri. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk terus…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…