Legislator Jabar dorong sekolah tampilkan seni dan budaya saat MPLS

Legislator Jawa Barat mendorong seluruh sekolah menampilkan kegiatan seni dan budaya lokal selama pelaksanaan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Menurut legislator, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, guru, maupun tata tertib. Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian tradisional, bahasa daerah, permainan rakyat, hingga berbagai nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Jawa Barat. Dengan begitu, siswa diharapkan memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya daerahnya.

Ia menilai kegiatan seni dan budaya dapat dikemas secara menarik melalui pertunjukan tari, musik tradisional, pencak silat, hingga pameran karya. Selain membuat suasana MPLS lebih menyenangkan, pendekatan tersebut juga mampu menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Legislator juga mengingatkan agar seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara edukatif dan bebas dari praktik perundungan maupun kegiatan yang bersifat perpeloncoan. Sekolah diharapkan menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif sehingga siswa baru dapat beradaptasi dengan nyaman.

Melalui pengenalan seni dan budaya sejak MPLS, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin mencintai budaya Indonesia. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, berakhlak, dan menghargai keberagaman budaya bangsa.

Similar Posts

  • Kemenkum Buka Peluang Gratiskan Pendaftaran Hak Cipta Karya Seni Rupa

    Kementerian Hukum membuka peluang menggratiskan pendaftaran hak cipta bagi karya seni rupa sebagai bentuk perlindungan terhadap para seniman. Wacana tersebut disampaikan dalam pembukaan Pameran Seni Rupa Art Jakarta Gardens 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026. Kebijakan itu masih dikaji sebagai bagian dari upaya memperluas akses perlindungan kekayaan intelektual. Pemerintah berharap…

  • Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur

    Tabanan kembali menjadi sorotan melalui kegiatan wisata berbasis budaya yang menampilkan parade Gebogan dan Baleganjur.Kegiatan ini digelar sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah.Acara tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata budaya di Bali. Parade Gebogan menampilkan susunan hasil bumi seperti buah, bunga, dan janur yang ditata secara menjulang tinggi.Hiasan ini…

  • Buka ruang kreativitas, Pemkot Jakut gelar Festival Teater Pelajar

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menggelar Festival Teater Pelajar 2026 sebagai wadah kreativitas generasi muda. Kegiatan berlangsung di Pusat Pelatihan Seni Budaya Aki Tirem, Tanjung Priok, pada 20 hingga 27 Juli 2026. Festival diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Ikatan Teater Jakarta Utara (ITERA). Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan seni pertunjukan bagi kalangan pelajar….

  • Pesta Kesenian Bali Ke-48 Resmi Dibuka, Gubernur Koster Lepas Pawai Budaya

    Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 resmi dibuka di Denpasar. Pembukaan ditandai dengan pelepasan pawai budaya oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Ribuan seniman dari berbagai kabupaten dan kota turut ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut. Pawai budaya menampilkan beragam kesenian khas Bali. Mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga atraksi budaya yang mencerminkan kekayaan warisan…

  • Reog Ponorogo Terus Berjaya di Pundak Generasi Muda

    Reog Ponorogo terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia berkat peran aktif generasi muda. Kesenian tradisional asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu tidak hanya dipentaskan dalam berbagai acara daerah, tetapi juga tampil di tingkat nasional hingga internasional. Setelah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada Desember 2024, semangat pelestarian Reog semakin menguat…

  • Kemenbud dorong kolaborasi dalam penguatan budaya Islam

    Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat Budaya Islam di Indonesia. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya yang tumbuh bersama perjalanan sejarah bangsa. Kemenbud mengajak pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan tokoh agama untuk bekerja sama. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperluas pelestarian tradisi Islam yang berkembang di berbagai daerah. Upaya…