Karhutla Kalimantan Ganggu Sekolah, Mendikdasmen Utamakan Keselamatan Murid
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan keselamatan dan kesehatan murid harus menjadi prioritas.
Mu’ti mengatakan keputusan mengenai kegiatan pembelajaran berada pada pemerintah daerah. Namun, Kemendikdasmen telah memberikan prosedur agar sekolah menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kondisi lingkungan. Jika tatap muka tidak aman, pembelajaran jarak jauh dapat diterapkan sementara.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 3.524 satuan pendidikan telah menerapkan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan tersebut menjangkau sekitar 571.338 murid di sejumlah wilayah terdampak. Daerah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pemerintah daerah juga mulai menyesuaikan aktivitas sekolah dengan kondisi kualitas udara. Di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, sekolah diminta menggunakan masker saat kegiatan luar ruangan. Aktivitas seperti olahraga, upacara, dan ekstrakurikuler dapat disesuaikan atau dihentikan sementara.
Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan tambahan bagi sekolah terdampak karhutla. Pemerintah memberikan fleksibilitas penggunaan dana BOP dan BOS untuk kebutuhan darurat asap. Selain itu, pemerintah menyiapkan modul pembelajaran dan ruang kelas aman asap.
Langkah tersebut dilakukan agar keselamatan murid tetap terjaga tanpa menghilangkan hak mereka memperoleh pendidikan. Pemerintah juga menyiapkan layanan psikososial sebagai bagian dari pemulihan pascabencana. Dengan kondisi asap yang masih mengganggu sejumlah wilayah, sekolah diminta terus memantau kualitas udara sebelum menentukan kegiatan pembelajaran.
