Kotak Garap Video Klip “YOLO” secara Mandiri, Rasakan Sensasi Seperti Band Baru
Band Kotak memilih menggarap video klip lagu “YOLO” secara mandiri. Proses tersebut memberi pengalaman berbeda bagi Tantri, Chua, dan Cella seperti membangun band dari awal.
Video klip “YOLO” menjadi bagian dari fase baru Kotak setelah lebih dari dua dekade berkarier. Grup yang terbentuk pada 2004 itu kini ingin mengeksplorasi cara kerja yang lebih mandiri. Mereka terlibat langsung dalam berbagai proses produksi video musik tersebut.
Tantri mengungkapkan proses kreatif tersebut membuat para personel kembali merasakan semangat awal membangun grup. Mereka tidak hanya menjalankan peran sebagai musisi, tetapi juga terlibat dalam menentukan konsep visual. Pendekatan tersebut membuat proses produksi terasa lebih personal bagi seluruh anggota. =
Lagu “YOLO” sendiri membawa pesan mengenai keberanian menjalani kehidupan dengan lebih bebas. Judul tersebut merupakan singkatan dari You Only Live Once. Tema itu mendorong pendengar menikmati hidup tanpa terlalu terjebak pada penilaian orang lain. Kotak kemudian menerjemahkan semangat tersebut ke dalam konsep video klip.
Keterlibatan langsung dalam produksi juga menjadi bagian dari upaya Kotak menjaga identitas musiknya. Setelah perjalanan panjang, mereka ingin tetap memiliki ruang untuk bereksperimen. Proses mandiri tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas tidak berhenti meski sebuah band sudah lama berkarya.
Bagi Kotak, video klip “YOLO” menjadi lebih dari sekadar materi promosi lagu. Proyek tersebut menjadi ruang untuk kembali mengeksplorasi kreativitas bersama. Pengalaman itu membuat Tantri, Chua, dan Cella merasakan kembali energi seperti ketika mereka membangun Kotak pada awal perjalanan.
