Delapan Tahun Hilang, Karya Picasso Ternyata Tergantung di Apartemen Kosong

Karya grafis Pablo Picasso yang dicuri dari sebuah galeri di Milwaukee pada 2018 akhirnya ditemukan. Karya berjudul “Torero” ditemukan seorang pemilik apartemen saat membersihkan unit kosong. Temuan tersebut terjadi setelah seorang penyewa diusir dari apartemen tersebut.

Pemilik properti, Tim Dertz, menemukan karya itu tergantung di dinding kamar belakang. Permukaannya tertutup debu sehingga terlihat seperti sudah lama tidak tersentuh. Dertz kemudian meminta bantuan seorang pedagang barang antik untuk mengidentifikasi benda tersebut.

Pedagang antik tersebut mengenali karya itu sebagai cetakan Picasso. Dertz kemudian menyerahkannya kepada polisi Milwaukee untuk diperiksa lebih lanjut. Pemilik galeri, Bill DeLind, akhirnya diminta polisi memastikan identitas karya tersebut. DeLind langsung mengenalinya sebagai karya yang hilang dari galerinya.

“Torero” merupakan cetakan aquatint yang dibuat Picasso pada 1949. Karya tersebut menampilkan sosok matador dan menjadi bagian dari edisi terbatas. Hanya 30 cetakan yang diketahui memiliki tanda tangan Picasso. Saat dicuri, nilainya diperkirakan mencapai 35.000 hingga 50.000 dolar AS.

Karya tersebut kini masih berada dalam penguasaan polisi Milwaukee karena penyelidikan masih berlangsung. Polisi menyebut kasus pencurian dan kejahatan properti umumnya memiliki batas waktu enam tahun. Namun, penyelidikan tetap dilanjutkan setelah karya itu ditemukan. Bagi DeLind, kembalinya “Torero” menjadi kejutan besar setelah delapan tahun kehilangan.

Similar Posts

  • Yayoi Kusama Meninggal di Usia 97 Tahun, Kenang 3 Karya Ikonik Sang Ratu Polkadot

    Dunia seni berduka setelah seniman avant-garde Jepang, Yayoi Kusama, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kusama meninggal di rumah sakit Tokyo pada 14 Agustus 2026. Kabar tersebut baru diumumkan Yayoi Kusama Museum dan yayasannya pada Kamis (27/8). Kusama dikenal luas melalui karya dengan motif polkadot, jaring berulang, labu, dan instalasi cermin. Ia terus berkarya hingga…

  • Dari Besakih untuk Indonesia, Waskita Rawat Warisan Peradaban dan Gerakkan Ekonomi Budaya

    PT Waskita Karya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya nasional melalui berbagai proyek strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kawasan Pura Agung Besakih di Bali. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada kawasan suci tersebut. Sebagai…

  • Parade seni budaya di taman bunga di Bali

    Parade seni budaya kembali menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Budaya Bali atau Art Centre Denpasar. Festival budaya terbesar di Pulau Dewata ini digelar sejak 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Parade budaya menghadirkan ribuan seniman dari berbagai kabupaten dan…

  • Warga Karanganyar Kenalkan Gamelan Keramik dan Karawitan sampai Luar Negeri

    Seorang warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus berupaya memperkenalkan Gamelan Keramik dan seni karawitan hingga ke berbagai negara. Melalui inovasi alat musik berbahan keramik, ia ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional Indonesia dapat berkembang tanpa kehilangan nilai dan ciri khasnya. Gamelan yang dibuat menggunakan bahan keramik tetap menghasilkan karakter bunyi yang khas. Proses pembuatannya memerlukan ketelitian…

  • Kisah Laila Sari Jadi Sorotan, Pekerja Seni Dinilai Rentan Menghadapi Masa Tua

    Kisah mendiang Laila Sari kembali disorot dalam pembahasan mengenai kesejahteraan pekerja seni. Ketua Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (FSPPI) menyinggung perjuangan Laila saat memasuki usia senja. Kisah tersebut menggambarkan rentannya kondisi ekonomi pekerja seni setelah popularitas mereka menurun. Laila Sari meninggal dunia pada 20 November 2017 dalam usia 82 tahun. Menjelang wafat, kondisi ekonominya memang…

  • Makna Lukisan Punakawan Butet Kartaredjasa yang Dikasih pada Paus Leo XIV

    Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa menarik perhatian publik setelah menyerahkan lukisan bertema Punakawan kepada Paus Leo XIV di Vatikan. Karya tersebut bukan sekadar lukisan budaya Jawa biasa. Lukisan itu merupakan interpretasi unik dari kisah Jalan Salib yang dipadukan dengan filosofi tokoh-tokoh Punakawan. Dalam karya tersebut, Butet menggunakan empat tokoh Punakawan, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan…