Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan investasi sekitar Rp44,5 triliun untuk mengembangkan bisnis protein dan daging di kawasan Asia. Dana tersebut berasal dari investasi senilai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat dalam perusahaan patungan dengan raksasa pengolahan daging asal Brasil, JBS. Kemitraan ini akan mengembangkan bisnis produksi protein di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.
Melalui kerja sama tersebut, perusahaan patungan akan mengelola bisnis JBS yang telah beroperasi di Australia dan Selandia Baru. Kedua pihak juga akan mencari peluang investasi baru untuk memperkuat rantai pasok daging dan produk protein di kawasan Asia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperluas akses terhadap pasokan protein berkualitas. Investasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi Danantara memperluas portofolio pada sektor pangan.
Bagi Indonesia, kerja sama ini dinilai berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi melalui transfer pengetahuan, peningkatan investasi, dan penguatan industri pengolahan pangan. Pengembangan bisnis protein juga dapat membuka peluang kerja sama dengan peternak lokal dan pelaku industri terkait. Pemerintah berharap investasi berskala besar tersebut mampu mendorong pertumbuhan sektor pangan nasional. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil pengembangan bisnis juga berpotensi menyasar pasar ekspor regional.
Danantara sebelumnya menyatakan akan memperluas investasi pada berbagai sektor strategis yang memiliki nilai tambah bagi perekonomian nasional. Sektor pangan menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kemitraan dengan JBS memperlihatkan langkah Danantara membangun kolaborasi bersama perusahaan global. Pemerintah berharap investasi tersebut memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan kawasan Asia.
