NTP Pecah Rekor, Kementan Klaim Kesejahteraan Petani Padi Tertinggi 8 Tahun
Kementerian Pertanian menyebut kesejahteraan petani padi menunjukkan perkembangan positif melalui indikator harga yang diterima petani. Indeks Harga yang Diterima Petani padi diklaim mencapai level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan kebijakan pangan mulai memberikan keuntungan lebih baik kepada produsen. Pada saat bersamaan, stabilitas harga beras untuk konsumen tetap menjadi perhatian pemerintah.
Nilai Tukar Petani atau NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat daya beli petani perdesaan. BPS menghitung NTP melalui perbandingan Indeks Harga yang Diterima Petani dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani. NTP di atas 100 menunjukkan kenaikan harga yang diterima lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayarkan. Namun, NTP bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kesejahteraan petani secara keseluruhan.
Pemerintah juga menyoroti harga gabah yang berada pada tingkat lebih menguntungkan bagi petani. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar bagi petani untuk memperoleh pendapatan dari hasil panen. Kementan menyebut peningkatan harga di tingkat produsen tetap diikuti upaya menjaga inflasi beras. Cadangan Beras Pemerintah menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Peningkatan kesejahteraan juga didorong melalui modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas. Kementan menargetkan penerapan pertanian modern mencapai satu juta hektare hingga akhir 2026. Uji coba pada sekitar 1.600 hektare menghasilkan produktivitas sekitar 9 hingga 12 ton gabah per hektare. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional sekitar 5,5 ton per hektare.
Meski indikator menunjukkan perkembangan positif, kesejahteraan petani tetap dipengaruhi banyak faktor. Biaya produksi, pupuk, produktivitas, luas lahan, dan harga jual ikut menentukan pendapatan sebenarnya. Karena itu, kenaikan NTP perlu diikuti efisiensi produksi dan stabilitas harga. Pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara keuntungan petani dan keterjangkauan beras bagi masyarakat.
