Kepergian Trisno Jadi Kehilangan Terbesar, Bakal Seperti Apa Musik Pas Band Nanti?
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi perjalanan musik PAS Band yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Trisno dikenal sebagai pemain bass yang ikut membentuk karakter musikal grup rock asal Bandung tersebut. Ia menjadi bagian formasi awal bersama Yukie, Bengbeng, dan Richard Mutter. PAS Band sendiri mulai berkembang dari lingkungan kampus pada awal 1990-an.
Peran Trisno dalam PAS Band tidak hanya terbatas pada permainan bass. Ia turut terlibat dalam perjalanan kreatif dan pembentukan identitas musik grup tersebut. PAS Band dikenal menggabungkan berbagai pengaruh seperti rock, punk, hip hop, dan funk. Permainan bass Trisno kemudian menjadi salah satu unsur penting dalam karakter musik mereka.
PAS Band juga memiliki perjalanan penting dalam perkembangan musik independen Indonesia. Pada 1993, mereka merilis “Four Through the Sap” melalui jalur independen. Rilisan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjalanan grup. Setelahnya, PAS Band melahirkan berbagai album dan lagu yang dikenal pendengar musik rock Indonesia.
Kepergian Trisno tentu menimbulkan pertanyaan mengenai arah musik PAS Band berikutnya. Posisi bass memiliki peran penting dalam membangun fondasi ritme bersama drum. Namun, belum tepat menyimpulkan bagaimana format PAS Band nantinya tanpa pernyataan resmi dari personel. Keputusan mengenai pemain pengganti atau arah musikal sepenuhnya berada pada anggota yang tersisa.
Bagi penggemar, karakter Trisno kemungkinan tetap menjadi bagian kuat dalam identitas karya PAS Band. Lagu dan album yang direkam bersama dirinya menjadi dokumentasi perjalanan panjang grup tersebut. PAS Band telah melewati perubahan formasi sebelumnya dan tetap melanjutkan aktivitas musik. Namun, kehilangan salah satu personel awal tentu menghadirkan tantangan berbeda bagi perjalanan mereka selanjutnya.
