Band Van Der Dijs Bermusik hingga Ajal, Tewas di Studio Saat Gempa Dahsyat
Duka menyelimuti dunia musik setelah seluruh personel band nu-metal Van Der Dijs meninggal dunia akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela. Tragedi itu terjadi pada 24 Juni 2026 ketika mereka berada di sebuah studio rekaman di Tanaguarena, La Guaira. Saat itu, band tersebut sedang menggarap materi lagu baru untuk proyek berikutnya. Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo mengguncang wilayah tersebut dalam selang waktu singkat. Bangunan studio ambruk dan menimbun seluruh personel di bawah reruntuhan.
Seluruh anggota Van Der Dijs dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Mereka terdiri atas vokalis, gitaris, bassist, dan drummer yang dikenal aktif di skena musik metal Venezuela. Tim penyelamat membutuhkan beberapa hari untuk mengevakuasi jasad para korban. Studio Costamar II tempat mereka berkarya mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Kawasan La Guaira dan ibu kota Caracas menjadi wilayah yang paling terdampak bencana tersebut.
Kepergian Van Der Dijs mengejutkan para penggemar karena beberapa hari sebelumnya mereka sukses menggelar konser yang tiketnya terjual habis di Caracas. Band yang terbentuk pada 2024 itu mulai dikenal lewat perpaduan nu-metal, rap-rock, dan rock alternatif. Mereka telah merilis sejumlah lagu, termasuk single 15 Minutos yang mendapat perhatian di kalangan pecinta musik keras. Van Der Dijs juga dijadwalkan melanjutkan tur konser di beberapa kota Venezuela sebelum tragedi terjadi.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari penggemar dan komunitas musik di berbagai negara. Banyak yang mengenang Van Der Dijs sebagai band muda dengan potensi besar di kancah metal Amerika Latin. Hingga kini, Venezuela masih berupaya menangani dampak gempa yang menelan ribuan korban jiwa serta merusak ratusan bangunan. Tragedi tersebut menjadi akhir yang memilukan bagi perjalanan musik Van Der Dijs yang tengah berkembang.
