Harga Pangan Turun, Sumsel Catat Deflasi 0,24% pada Juli 2026

Provinsi Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong deflasi tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga kebutuhan pokok mulai mereda setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada beberapa bulan terakhir. Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Sumatera Selatan masih berada pada level yang terkendali.

Kepala BPS Sumatera Selatan menjelaskan komoditas hortikultura menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan harga. Pasokan cabai, bawang merah, tomat, dan beberapa jenis sayuran meningkat seiring membaiknya hasil panen di sejumlah daerah. Harga beras dan komoditas pangan lainnya juga relatif stabil sehingga membantu menekan laju inflasi. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah menilai deflasi ini tidak lepas dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. Pemantauan rutin terhadap pasar tradisional dan distribusi komoditas strategis juga diperkuat. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi gejolak harga menjelang periode permintaan yang lebih tinggi.

Meski demikian, BPS mengingatkan pemerintah tetap perlu mewaspadai potensi kenaikan harga akibat faktor cuaca dan gangguan distribusi. Stabilitas harga pangan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran nasional. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat pasokan melalui kerja sama antardaerah dan pengawasan distribusi. Dengan kondisi tersebut, stabilitas harga di Sumatera Selatan diharapkan tetap terjaga hingga beberapa bulan mendatang.

Similar Posts

  • Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel

    Beras fortifikasi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait kualitas sebagian produk di pasaran. Meski demikian, pemerintah dan pelaku ritel menegaskan produk yang beredar tetap diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, dan zinc. Produk ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan…

  • Daftar Ide Usaha yang Ramai Dicari Jelang 17 Agustus 2026

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, permintaan berbagai produk dan jasa musiman mulai meningkat. Masyarakat, sekolah, instansi, hingga lingkungan perumahan biasanya menggelar beragam kegiatan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan. Momentum tersebut membuka peluang usaha yang dapat memberikan tambahan penghasilan dalam waktu singkat. Pelaku UMKM pun mulai menyiapkan stok dan layanan…

  • Harga Bawang, Cabai Sampai Emas Turun, Ini Ternyata Penyebabnya

    Harga sejumlah komoditas, mulai dari bawang merah, cabai, hingga emas, mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Meski berasal dari sektor yang berbeda, masing-masing komoditas dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kondisi pasar yang tidak sama. Penurunan harga pangan terutama dipicu oleh meningkatnya pasokan dari sentra produksi. Sementara itu, harga emas lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi…

  • RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135-Rp 170, Mahal atau Murah?

    PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi memulai masa penawaran awal atau book building dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen modal setelah IPO. Dengan rentang harga tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp340,87 miliar hingga…

  • Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!

    Kabar mengenai dua produsen otomotif Jepang yang disebut akan memindahkan produksi dari Indonesia ke Vietnam kembali ramai dibahas. Isu tersebut muncul setelah beredarnya informasi mengenai strategi efisiensi dan restrukturisasi pabrik di kawasan Asia Tenggara. Dua perusahaan yang sering dikaitkan dengan isu tersebut adalah Yamaha Motor dan Honda Motor. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi…

  • NTP Pecah Rekor, Kementan Klaim Kesejahteraan Petani Padi Tertinggi 8 Tahun

    Kementerian Pertanian menyebut kesejahteraan petani padi menunjukkan perkembangan positif melalui indikator harga yang diterima petani. Indeks Harga yang Diterima Petani padi diklaim mencapai level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan kebijakan pangan mulai memberikan keuntungan lebih baik kepada produsen. Pada saat bersamaan, stabilitas harga beras untuk konsumen tetap menjadi perhatian pemerintah….