Parade seni budaya di Desa Wisata Penglipuran Bali
Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, kembali menggelar parade seni budaya dalam rangka Penglipuran Village Festival XIII yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026. Festival tahunan ini mengusung tema “Samskerti Bhumi Jana: Harmoni Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif”. Rangkaian acara menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, parade budaya, pameran UMKM, hingga kegiatan edukasi lingkungan. Festival tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata utama saat musim liburan sekolah di Bali.
Hari pertama festival dibuka dengan penyambutan tamu menggunakan tari kolosal yang melibatkan seniman lokal. Setelah itu, pengunjung disuguhkan parade gebogan, yaitu arak-arakan persembahan buah dan hasil bumi yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Acara pembukaan juga dimeriahkan pertunjukan Tari Palegongan “Raksan Gumi” serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari warga desa. Penyelenggara menargetkan sekitar 4.000 pengunjung selama pelaksanaan festival.
Memasuki hari kedua, festival menghadirkan lokakarya bertema pelestarian lingkungan, lomba busana tempo dulu, dan penampilan musik lokal. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk melibatkan masyarakat, wisatawan, serta generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali. Pada hari terakhir, pengunjung dapat mengikuti sesi laughter yoga atau yoga tertawa yang dilanjutkan hiburan musik sebagai penutup festival. Seluruh rangkaian acara mengedepankan konsep pariwisata berbasis masyarakat dan ramah lingkungan.
Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia dan pernah meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism. Melalui festival ini, masyarakat desa ingin memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pariwisata yang berkelanjutan. Selain menikmati pertunjukan seni, wisatawan juga dapat merasakan suasana desa adat yang masih mempertahankan arsitektur tradisional, filosofi Tri Hita Karana, serta kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam.
