Alumni Dilarang Ikut Urus MPLS 2026, Perpeloncoan hingga Atribut Tak Edukatif Dihapus

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan MPLS 2026 harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS 2026. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan pengenalan sekolah berjalan sesuai tujuan pendidikan dan perlindungan anak.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan sekolah tidak boleh melakukan perpeloncoan dalam bentuk apa pun. Larangan tersebut juga mencakup segala bentuk kekerasan, pungutan, serta kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan.

Selain itu, penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif juga tidak diperbolehkan. Praktik penggunaan atribut aneh yang selama ini sering muncul saat masa orientasi resmi dihapus dalam pelaksanaan MPLS 2026.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa MPLS merupakan bagian dari proses pendidikan. Karena itu, seluruh kegiatan harus memberikan pengalaman yang positif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik baru.

Untuk mendukung pelaksanaan aturan tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan pedoman resmi yang berisi materi dan rujukan kegiatan MPLS. Pedoman itu menjadi acuan bagi sekolah agar kegiatan berlangsung edukatif dan berorientasi pada penguatan karakter murid.

MPLS 2026 mengusung tema “Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah”. Melalui tema tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap murid memperoleh pengalaman pertama yang positif saat memasuki lingkungan sekolah baru.

Kemendikdasmen juga meminta dukungan orang tua, guru, pemerintah daerah, dan seluruh warga sekolah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas kekerasan.

Pelaksanaan MPLS 2026 dijadwalkan berlangsung pada awal tahun ajaran baru pada Juli mendatang. Dengan aturan yang lebih tegas, pemerintah berharap budaya perpeloncoan yang selama ini kerap menjadi sorotan tidak lagi terjadi di lingkungan sekolah.

Similar Posts

  • Alami Kerusakan, SMK Satu-satunya di Pulau Miangas Akhirnya Direvitalisasi

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) satu-satunya di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akhirnya direvitalisasi setelah mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar sekaligus mendukung pemerataan pendidikan di wilayah terluar Indonesia. Revitalisasi ini diharapkan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Pemerintah menilai pendidikan…

  • Ukur Capaian Kompentensi, Polbangtan Kementan Gelar UAS

    Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan mengukur capaian kompetensi akademik dan keterampilan yang telah diperoleh selama satu semester. UAS juga menjadi indikator penting dalam memastikan kualitas pendidikan vokasi pertanian tetap terjaga. Pelaksanaan UAS dilakukan di seluruh kampus Polbangtan…

  • UMY Hadirkan Program Double Degree Ilmu Pemerintahan dan AI, Ini Prospek Kerjanya

    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan program double degree yang menggabungkan Ilmu Pemerintahan dengan Artificial Intelligence (AI). Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang mampu memahami tata kelola pemerintahan sekaligus menguasai teknologi digital. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kebijakan publik, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data, kecerdasan buatan, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi….

  • Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur NTB, Desak MBG Dihentikan

    Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB. Massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah. Salah satu tuntutan utama adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi…

  • Rahasia Alumni Penabur Raih IPK Nyaris Sempurna di NUS dan Lolos COC Season 3

    Alumni BPK PENABUR, Joshua Jonathan, membuktikan prestasi akademik dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan. Lulusan Singapore University of Technology and Design (SUTD) itu berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 4,93 dari skala 5,00. Selain berprestasi di bangku kuliah, Joshua juga lolos sebagai peserta Clash of Champions (COC) Season 3, ajang yang mempertemukan mahasiswa berprestasi…

  • Persiapan Maba Hadapi Semester Pertama, Pakar Unair: Kepintaran Belum Cukup untuk Menunjang Keberhasilan Selama Kuliah

    Memasuki semester pertama menjadi fase penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan. Lingkungan kampus memiliki pola belajar yang berbeda dibandingkan sekolah menengah. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur jadwal, tugas, dan kegiatan akademik. Karena itu, kemampuan akademik saja belum tentu cukup untuk menunjang keberhasilan selama kuliah. Pakar Universitas Airlangga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi…