8 Area Imersif Purwacarita Borobudur, Cara Seru Menjelajahi Sejarah Candi

Sejarah Candi Borobudur kini dapat dipelajari melalui pengalaman imersif di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat. Pameran bertajuk Purwacarita Borobudur berlangsung hingga Desember 2026.

Pameran ini menghadirkan delapan area dengan pengalaman berbeda. Teknologi digital dan pendekatan Ethical AI digunakan untuk membuat sejarah lebih interaktif bagi pengunjung.

Area pertama adalah Sapa Borobudur yang mengenalkan lanskap serta latar zaman berdirinya candi. Berikutnya, Karmavibhangga dan Avadana menghadirkan kisah relief melalui pertunjukan teater imersif.

Batu Carita mengajak pengunjung berinteraksi dengan Raja Samaratungga, Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara. Sementara Mandala membawa pengunjung menelusuri rute sakral peziarah purba. Rute tersebut menghubungkan Candi Mendut, Candi Pawon, hingga Stupa Induk Borobudur.

Area kelima, Jelajah Borobudur, menawarkan simulasi perjalanan menuju kawasan candi. Pengunjung juga diperkenalkan dengan sejumlah candi yang berada di sekitar Borobudur. Selanjutnya, Buku Carita mengisahkan perjalanan Pramodhawardhani memahami visi ayahnya.

Harmoni Borobudur menghadirkan gambaran alam masa lalu melalui teknologi sensor gerak. Pengunjung dapat melihat representasi burung merak, rusa Jawa, dan gajah yang merespons gerakan. Pengalaman tersebut memperlihatkan hubungan Borobudur dengan lingkungan alam sekitarnya.

Area terakhir adalah Asal Mula Borobudur The Movie. Film berdurasi sekitar lima menit tersebut menjadi sajian utama di auditorium. Tayangan ini mengajak pengunjung memahami kisah penciptaan Borobudur dan relief-reliefnya.

Purwacarita Borobudur dapat menjadi pilihan wisata edukasi budaya bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Pameran ini dibuka gratis di West Mall Grand Indonesia lantai delapan. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi pengantar sebelum wisatawan mengunjungi Borobudur secara langsung.

Similar Posts

  • Makna Lukisan Punakawan Butet Kartaredjasa yang Dikasih pada Paus Leo XIV

    Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa menarik perhatian publik setelah menyerahkan lukisan bertema Punakawan kepada Paus Leo XIV di Vatikan. Karya tersebut bukan sekadar lukisan budaya Jawa biasa. Lukisan itu merupakan interpretasi unik dari kisah Jalan Salib yang dipadukan dengan filosofi tokoh-tokoh Punakawan. Dalam karya tersebut, Butet menggunakan empat tokoh Punakawan, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan…

  • Kemenbud dorong kolaborasi dalam penguatan budaya Islam

    Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat Budaya Islam di Indonesia. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya yang tumbuh bersama perjalanan sejarah bangsa. Kemenbud mengajak pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan tokoh agama untuk bekerja sama. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperluas pelestarian tradisi Islam yang berkembang di berbagai daerah. Upaya…

  • Musikal Absurd: Dari Stiker Sherchle ke Panggung, Cerita Kocak tentang Hidup

    Karya yang awalnya hanya hadir sebagai stiker, poster, hingga merchandise kini berubah menjadi pertunjukan musikal. Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done kembali dipentaskan dalam rangka Jakarta Doodle Fest 2026 di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 4-5 September 2026. Pertunjukan ini dipersembahkan Jakarta Doodle Fest bersama Indonesia Kaya dan diproduksi Jakarta Art House. Musikal…

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…

  • Teater Koma Pentaskan Kembali Rumah Sakit Jiwa dengan Interpretasi Baru yang Relevan untuk Era Modern

    Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris Rumah Sakit Jiwa dengan pendekatan baru yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Pementasan tersebut menjadi produksi ke-237 Teater Koma dan menandai kembalinya naskah karya N. Riantiarno ke panggung setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di…

  • Tokoh Teater Yogyakarta Genthong HSA Tutup Usia

    Dunia teater Indonesia kembali berduka setelah tokoh teater Yogyakarta Genthong Hariono Selo Ali (HSA) meninggal dunia pada usia 81 tahun. Pendiri Sanggar Anom itu mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 Juli 2026, di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seniman, budayawan, dan para murid yang pernah dibinanya. Genthong HSA dikenal sebagai seniman…