King Lear Hadir di Jakarta 16-17 September, Libatkan Aktor dari 8 Negara

Panggung teater kelas dunia King Lear akan hadir di Gedung Kesenian Jakarta pada 16-17 September 2026. Pertunjukan ini merupakan adaptasi karya William Shakespeare arahan maestro teater Jepang, Tadashi Suzuki. Pementasan tersebut diproduksi Suzuki Company of Toga dan Bumi Purnati Indonesia.

King Lear melibatkan aktor dari delapan negara, termasuk Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, China, dan Chile. Para pemain akan membawakan dialog menggunakan tujuh bahasa. Pertunjukan berlangsung sekitar satu jam 40 menit dengan pendekatan khas Suzuki Method.

Menariknya, pemeran utama King Lear dipercayakan kepada aktor Indonesia, Jamaluddin Latif. Aktor asal Yogyakarta tersebut telah mengikuti pelatihan Suzuki Method of Actor Training selama bertahun-tahun. Tadashi Suzuki memilih langsung Jamaluddin setelah melihat proses latihan dan kemampuan sejumlah aktor Indonesia.

Produksi King Lear versi Suzuki memiliki pendekatan berbeda dari pementasan Shakespeare pada umumnya. Dunia kerajaan digambarkan melalui sebuah rumah sakit atau ruang perawatan lansia. Lear kemudian tampil sebagai lelaki tua yang bergulat dengan ingatan, trauma, dan pikirannya sendiri. Batas antara kenyataan dan halusinasi menjadi bagian penting dalam pertunjukan.

Naskah King Lear sendiri telah dipentaskan Suzuki Company of Toga sejak 1984. Produksinya terus mengalami pergantian pemain dan telah dibawa ke berbagai negara. Para aktor membaca naskah di negara masing-masing sebelum berkumpul di Toga, Jepang, untuk menjalani latihan intensif sekitar dua bulan.

Kehadiran King Lear di Jakarta juga menjadi bagian dari program pertukaran budaya Jepang dan Asia Tenggara. The Japan Foundation mendukung pementasan tersebut melalui program WA Project 2.0. Pertunjukan ini sekaligus memperkuat kerja sama seni antara Jepang dan Indonesia. Bagi penonton Jakarta, pementasan tersebut menjadi kesempatan menyaksikan langsung karya Shakespeare melalui perspektif teater Tadashi Suzuki.

Similar Posts

  • Geliat Kesenian Teater di Balik Konflik Berdarah Remaja Medan Belawan

    Konflik antarkelompok remaja yang kerap terjadi di kawasan Medan Belawan masih menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah situasi tersebut, sejumlah komunitas seni berupaya menghadirkan ruang positif melalui kegiatan teater. Mereka berharap seni dapat menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mengurangi potensi keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan anak muda dalam…

  • Teater Koma Siap Pentaskan Lakon Rumah Sakit Jiwa Versi Terkini

    Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris “Rumah Sakit Jiwa” setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991. Kali ini, naskah karya N. Riantiarno tampil dengan interpretasi baru yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Pementasan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Lakon…

  • Kala Angki Purbandono ‘Menghidupkan’ Bunga dengan Mesin Pemindai

    Seniman Angki Purbandono kembali menghadirkan pendekatan unik dalam berkarya. Kali ini, ia memanfaatkan mesin pemindai atau scanner untuk menghadirkan visual bunga dengan perspektif yang berbeda. Teknik tersebut menjadi ciri khas yang telah lama melekat pada perjalanan artistiknya. Angki dikenal sebagai pelopor seni scanography di Indonesia. Teknik ini menggunakan mesin pemindai sebagai alat utama untuk menciptakan…

  • Kidung By RWD Bawa Karya Eksperimental ke ArtMoments Jakarta 2026

    Kidung By RWD turut meramaikan ArtMoments Jakarta 2026 dengan menghadirkan sejumlah karya eksperimental dari para seniman lintas disiplin. Partisipasi ruang seni independen asal Yogyakarta tersebut menjadi bagian dari tema kuratorial “Offerings” yang diusung ArtMoments Jakarta tahun ini. Tema tersebut mengajak publik memaknai seni sebagai ruang pertukaran gagasan, emosi, dan koneksi antarmanusia. Dalam pameran ini, Kidung…

  • Kisah Laila Sari Jadi Sorotan, Pekerja Seni Dinilai Rentan Menghadapi Masa Tua

    Kisah mendiang Laila Sari kembali disorot dalam pembahasan mengenai kesejahteraan pekerja seni. Ketua Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (FSPPI) menyinggung perjuangan Laila saat memasuki usia senja. Kisah tersebut menggambarkan rentannya kondisi ekonomi pekerja seni setelah popularitas mereka menurun. Laila Sari meninggal dunia pada 20 November 2017 dalam usia 82 tahun. Menjelang wafat, kondisi ekonominya memang…

  • Mandy CJ angkat isu toleransi agama di pameran The Way Back

    Seniman visual Mandy CJ menghadirkan pameran tunggal bertajuk The Way Back yang mengangkat tema toleransi beragama dan pentingnya ruang dialog di tengah masyarakat majemuk. Melalui karya-karyanya, Mandy mengajak pengunjung merenungkan nilai kemanusiaan yang melampaui perbedaan keyakinan. Pameran ini menampilkan berbagai instalasi dan karya visual yang terinspirasi dari pengalaman pribadi serta pengamatannya terhadap kehidupan sosial. Menurut…