Teater Koma Siap Pentaskan Lakon Rumah Sakit Jiwa Versi Terkini
Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris “Rumah Sakit Jiwa” setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan pada 1991. Kali ini, naskah karya N. Riantiarno tampil dengan interpretasi baru yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini. Pementasan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Lakon produksi ke-237 Teater Koma ini mengangkat kisah Rogusta, seorang dokter muda yang mulai bekerja di sebuah rumah sakit jiwa. Ia percaya pendekatan yang penuh empati dapat membantu proses penyembuhan pasien. Namun, gagasan tersebut justru berbenturan dengan sistem lama yang telah mengakar dan memicu konflik di lingkungan rumah sakit.
Sutradara Rangga Riantiarno mengatakan pementasan kali ini bukan sekadar menghidupkan kembali karya lama. Menurutnya, “Rumah Sakit Jiwa” tetap relevan karena membahas persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, dan dinamika sosial yang masih terjadi hingga sekarang. Perubahan zaman justru membuat pesan dalam naskah tersebut semakin dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dari versi 1991, pertunjukan terbaru menghadirkan sentuhan artistik yang lebih segar. Tata panggung, kostum, musik, dan penyutradaraan dirancang untuk memberikan pengalaman baru tanpa menghilangkan esensi cerita asli. Sejumlah pemain senior kembali tampil bersama generasi baru Teater Koma sehingga menghadirkan perpaduan lintas generasi di atas panggung.
Teater Koma berharap pementasan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi penonton. Melalui kisah yang disajikan, masyarakat diajak mempertanyakan berbagai persoalan sosial, termasuk bagaimana sebuah sistem yang telah mapan sering kali sulit diubah meski memiliki tujuan yang baik.
Pementasan “Rumah Sakit Jiwa” menjadi salah satu pertunjukan teater yang paling dinantikan tahun ini. Selain menghidupkan kembali karya klasik N. Riantiarno, pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa pesan kemanusiaan dapat tetap relevan meski telah melewati puluhan tahun. Teater Koma berharap lakon ini mampu menyentuh penonton dari berbagai generasi dan kembali menegaskan pentingnya seni pertunjukan sebagai ruang dialog sosial.
