Ternyata Ini Alasan BTS sampai Shakira Mau Tampil Gratis di Piala Dunia 2026

Deretan musisi dunia seperti BTS, Shakira, Madonna, Justin Bieber, hingga Burna Boy tampil tanpa menerima bayaran pada halftime show Final Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut bukan berasal dari penghematan anggaran FIFA, melainkan karena seluruh penampil mendukung misi sosial yang diusung acara tersebut. Halftime show perdana dalam sejarah final Piala Dunia digelar bekerja sama dengan organisasi Global Citizen. Tujuannya adalah menggalang dana bagi pendidikan anak-anak di berbagai negara.

Global Citizen menargetkan penghimpunan dana sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan di seluruh dunia. FIFA turut berkontribusi melalui sebagian pendapatan penjualan tiket pertandingan final. Sejumlah artis juga memberikan dukungan pribadi, termasuk menyumbangkan royalti dari karya mereka untuk program tersebut.

Halftime show berlangsung sekitar 11 menit dengan konsep menyerupai Super Bowl. Chris Martin, vokalis Coldplay, berperan sebagai kurator kreatif dalam penyusunan pertunjukan tersebut. BTS membawakan lagu Dynamite, sementara Shakira tampil bersama Burna Boy membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul Dai Dai. Madonna membuka pertunjukan sebelum Justin Bieber dan penampil lainnya memeriahkan panggung di MetLife Stadium, New Jersey.

Meski menuai kritik dari sebagian pencinta sepak bola karena memperpanjang jeda pertandingan, halftime show mendapat sambutan luas dari penonton global. FIFA menilai kolaborasi olahraga dan musik mampu menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus membawa dampak sosial positif. Dukungan para musisi tampil tanpa bayaran menjadi simbol bahwa ajang olahraga terbesar dunia juga dapat menjadi sarana kemanusiaan.

Similar Posts

  • Mario G Klau Tuangkan Kisah Terlalu Banyak Mengalah lewat Lagu “Riuh”

    Mario G Klau kembali menyapa pendengar melalui single terbaru berjudul “Riuh”. Lagu tersebut dirilis pada 28 Agustus 2026. Dalam karya ini, Mario berkolaborasi dengan penyanyi Grace Kaitlin. “Riuh” mengangkat kisah hubungan yang perlahan dipenuhi ego, gengsi, dan perasaan terpendam. Mario menggambarkan seseorang yang terus mengalah demi mempertahankan hubungan. Ia mengikuti keinginan pasangan hingga kehilangan ruang…

  • Tantowi Yahya Bawa “Strings of Equator” Keliling Eropa, Promosikan Musik Indonesia

    Tantowi Yahya siap membawa musik Indonesia ke panggung Eropa melalui tur Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia. Tur tersebut berlangsung pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Bersama Thomshell Band, Tantowi akan tampil di Oslo, Norwegia, Santa Susanna, Spanyol, dan Den Haag, Belanda. Pertunjukan di Spanyol dijadwalkan berlangsung pada 28 dan 31 Agustus…

  • Nusoul “Menolak Tua” Lewat Sempatkan Bahagia, Single Orisinal Pertama Setelah 17 Tahun

    Band Nusoul akhirnya mencatat babak baru dalam perjalanan musik mereka setelah merilis single orisinal berjudul “Sempatkan Bahagia”. Lagu yang dirilis pada 5 September 2026 ini menjadi karya perdana Nusoul setelah selama 17 tahun lebih dikenal sebagai band reguler yang membawakan lagu milik musisi lain di berbagai panggung hiburan. Single tersebut memiliki makna yang cukup personal…

  • Bianca Shakila Modernkan Jathilan Lewat “Jaran Kepang”, Perpaduan Hiphop, Koplo, dan Remix

    Penyanyi muda asal Jawa Tengah, Bianca Shakila, merilis single terbaru bertajuk Jaran Kepang dengan konsep yang memadukan musik tradisional dan modern. Lewat lagu tersebut, Bianca ingin memperkenalkan kesenian Jathilan atau Jaranan kepada generasi muda dengan aransemen yang lebih segar. Ia menggabungkan unsur musik Jawa dengan beat hiphop, koplo, dan remix agar lebih mudah diterima pendengar…

  • Gebrakan Lafa Pratomo di Album Garis Tegak, Crossover Genre-nya Pecah Parah!

    Musisi dan produser Lafa Pratomo kembali menunjukkan keberaniannya bereksperimen melalui album terbaru bertajuk Garis Tegak. Album ini menghadirkan perpaduan berbagai genre yang diramu menjadi satu identitas musikal. Lafa dikenal sebagai produser yang kerap mengeksplorasi pop, jazz, folk, rock, hingga musik elektronik dalam berbagai proyeknya. Karakter tersebut kembali terasa kuat dalam Garis Tegak. Album ini menjadi…

  • Bruno Mars Lewati Jakarta dan Kuala Lumpur di The Romantic Tour 2027

    Bruno Mars memastikan rangkaian The Romantic Tour berlanjut ke Asia pada 2027. Namun, Jakarta dan Kuala Lumpur tidak masuk dalam jadwal terbaru tersebut. Dalam jadwal resminya, Bruno akan menggelar konser di Singapura, Bangkok, Kaohsiung, Hong Kong, Manila, dan Goyang. Rangkaian Asia berlangsung mulai April hingga Mei 2027. Singapura menjadi kota pembuka rangkaian Asia dengan empat…