Lestari Moerdijat Dorong Tari Lengger Banyumas Jadi Warisan Dunia UNESCO

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Tari Lengger Banyumas untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO. Menurutnya, kesenian tradisional yang telah hidup dan berkembang di masyarakat Banyumas selama berabad-abad itu memiliki nilai budaya yang tinggi serta layak mendapat perlindungan di tingkat internasional.

Lestari menilai Tari Lengger Banyumas bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Tengah. Tarian ini mengandung nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Banyumas. Karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan agar warisan budaya tersebut tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Selain mendorong pengakuan UNESCO, Lestari juga mengajak pemerintah daerah, komunitas seni, akademisi, dan generasi muda untuk aktif menjaga keberlangsungan Tari Lengger. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar kesenian tradisional tetap dikenal dan diminati oleh generasi penerus. Dukungan terhadap pelaku seni juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal.

Pengakuan UNESCO diyakini dapat meningkatkan perhatian dunia terhadap Tari Lengger Banyumas sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata budaya. Dengan promosi yang lebih luas, kesenian tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Similar Posts

  • Menekraf perkuat ekosistem dan komersialisasi pegiat seni budaya

    Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ekosistem sekaligus komersialisasi bagi pegiat seni budaya di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Festival Seni dan Bazaar Mitra Seni Indonesia (MSI) 2026 di Graha Jalapuspita, Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Festival bertema Harmony Budaya Indonesia tersebut menjadi wadah kolaborasi pelaku seni, UMKM,…

  • Tak Lekang Waktu, Ini Tiga Lukisan Paling Ikonik di Dunia

    Lukisan menjadi salah satu bentuk karya seni yang mampu melampaui batas waktu. Beberapa mahakarya tetap dikenal meski telah berusia ratusan tahun. Nilai sejarah, teknik, dan kisah di balik pembuatannya membuat karya tersebut terus menarik perhatian. Tidak sedikit lukisan yang menjadi destinasi utama di museum-museum dunia. Berikut tiga lukisan paling ikonik yang hingga kini masih memikat…

  • Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka

    Art Jakarta Gardens 2026 resmi dibuka di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Memasuki edisi kelima, ajang seni ruang terbuka ini kembali menghadirkan perpaduan seni rupa kontemporer, lanskap hijau, dan berbagai program publik multidisipliner. Pekan seni tersebut berlangsung pada 6 hingga 10 Mei 2026. Art Jakarta Gardens 2026 menghadirkan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat menikmati karya…

  • Pelatihan Gamelan Berbasis Braille Dorong Pelestarian Budaya Secara Inklusif di Tulungagung

    Pelatihan Gamelan Berbasis Braille digelar di Balai Budaya Tulungagung, Jawa Timur, sebagai upaya memperluas akses seni bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6) itu diikuti tujuh pelajar tunanetra dengan semangat tinggi untuk mengenal musik tradisional Jawa. Program tersebut dikembangkan menggunakan metode audio-kinestetik yang mengandalkan pendengaran dan perabaan. Peserta diajak mengenal berbagai instrumen gamelan…

  • Madonna: Algoritma dan AI Membunuh Keberanian Seniman Berkarya

    Penyanyi pop dunia Madonna mengkritik pengaruh algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) terhadap industri kreatif. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat banyak seniman kehilangan keberanian untuk bereksperimen. Madonna menilai karya seni seharusnya lahir dari kreativitas dan keberanian mengambil risiko. Ia menyampaikan pandangan tersebut saat berbicara dalam sebuah forum mengenai masa depan industri musik dan seni. Berbagai…

  • Menelusuri Karya Seni Oesman Effendi di Galeri Nasional Indonesia

    Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran Oesman Effendi bertajuk “Oesman Effendi (1919–1985): Arsip dan Karya”. Pameran yang berlangsung mulai 27 Juni hingga 6 September 2026 ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kreatif salah satu pelopor seni lukis abstrak Indonesia. Beragam lukisan, arsip, dokumen, hingga karya cukil kayu dipamerkan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kiprah sang seniman. Pameran…