Pemkab Buleleng optimalkan Lovina Festival genjot pariwisata 

Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan persiapan akhir menjelang Lovina Festival 2026 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Festival tahunan tersebut akan berlangsung pada 24 hingga 28 Juli 2026 di kawasan Pantai Lovina. Lovina Festival juga kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Pemkab Buleleng berharap ajang ini mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat setempat.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, meminta seluruh organisasi perangkat daerah memastikan kesiapan penyelenggaraan. Dinas Perhubungan menyiapkan 10 kantong parkir untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama festival berlangsung. Satpol PP bersama instansi terkait akan melakukan pengamanan di 14 titik strategis. Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan layanan pendukung demi kenyamanan pengunjung.

Di sektor ekonomi, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM telah mengkurasi 82 pelaku UMKM yang akan berpartisipasi. Produk yang dipamerkan diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal. Sementara itu, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik menyiapkan dokumentasi, publikasi, layanan media, hingga siaran langsung agar masyarakat dapat mengikuti rangkaian festival secara daring.

Lovina Festival 2026 akan menghadirkan berbagai atraksi, mulai dari lomba perahu layar mini, Lovina Run, cross country, lomba sapi gerumbungan, Gemar Makan Ikan, pertunjukan seni budaya, hingga hiburan musik modern. Pemerintah berharap festival tersebut semakin memperkuat citra Lovina sebagai destinasi unggulan di Bali Utara. Selain menarik lebih banyak wisatawan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata di Kabupaten Buleleng.

Similar Posts

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…

  • Jeffrey Epstein Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Beli Koleksi Seni Indonesia

    Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah dokumen terbaru yang berkaitan dengan jaringan keuangannya mengungkap aktivitas pembelian karya seni dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejumlah dokumen yang dianalisis media internasional menunjukkan Epstein pernah menghabiskan puluhan ribu dolar Amerika Serikat untuk memperoleh karya seni Indonesia. Jika dikonversikan ke nilai tukar saat ini, jumlah tersebut mencapai ratusan…

  • Heritage Lab, Kelas Seni Saat Liburan di Candi Prambanan

    Heritage Lab menjadi salah satu program unggulan yang meramaikan liburan di kawasan Candi Prambanan. Kegiatan ini menghadirkan kelas seni dan budaya yang dirancang untuk anak-anak, remaja, hingga keluarga. Program tersebut menggabungkan edukasi dengan pengalaman kreatif di situs warisan dunia UNESCO. Peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas seni. Kegiatannya meliputi membatik, melukis, membuat kerajinan tradisional, hingga mengenal…

  • Gelaran Wayang Kulit pada Malam 1 Suro di Keraton Yogya, Apa Maknanya?

    Keraton Yogyakarta kembali menggelar pertunjukan wayang kulit dalam rangka menyambut Malam 1 Suro, momen yang memiliki makna penting dalam tradisi dan budaya Jawa. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Jawa yang sarat dengan nilai spiritual, filosofi, dan pelestarian budaya. Bagi masyarakat Jawa, Malam 1 Suro bukan…

  • Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur

    Tabanan kembali menjadi sorotan melalui kegiatan wisata berbasis budaya yang menampilkan parade Gebogan dan Baleganjur.Kegiatan ini digelar sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah.Acara tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata budaya di Bali. Parade Gebogan menampilkan susunan hasil bumi seperti buah, bunga, dan janur yang ditata secara menjulang tinggi.Hiasan ini…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…